Sunday, 25 Aug 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Remas Payudara Mahasiswi di Yogya, Penjual Cilok Nyaris Jadi Bulan-bulanan Warga

Aisyah Isyana - 17/07/2019 21:55

Beritacenter.COM - Mahasiswi asal Cilacap menjadi korban perbuatan cabul seorang pedagang cilok di Yogyakarta. Pedagang cilok asal Jember itu seketika meremas payudara korban yang tengah berjalan bersama temannya. Beruntung pelaku berhasil ditangkap warga dan diserahkan ke polisi.

"Dia (tersangka US) pedagang cilok, jualan cilok keliling asli dari Jember. Kemudian dia ikut bosnya di Kauman (Yogyakarta). Kalau di Yogyakarta-nya dia bilang belum lama, tapi belum lamanya juga enggak tahu berapa tahun di sini," kata Kapolsek Kraton, Kompol Etty Haryanti, Rabu (17/7/2019).

"(Motifnya) mungkin kebayang-bayang ceweknya (yang di lain tempat). Tiba-tiba di jalan melihat bagian samping seorang wanita yang dianggap bagian yang dimiliki oleh wanita itu, langsung itu, kok bentuknya bagus, nah dia tertarik," ungkapnya.

Baca juga :

Perbuatan cabul itu dilakukan US di kawasan Jalan Ngasem Yogyakarta, Selasa (16/7) malam. Sebelum melakukan aksinya, US membututi korban bersama saudaranya yang tengah berjalan ke arah Ngasem, Kecamatan Kraton.

"Jadi dari arah utara Gerjen ke selatan sampai Ngasem. Tanpa diduga, tanpa dikira tiba-tiba dari arah belakang ada seorang laki-laki yang memegang payudara dan meremas kira-kira tiga detik. Korban kemudian langsung menjerit," sambungnya.

Tersangka US seketika langsung kabur melarikan diri setelah mendapati korban berteriak. Sementara saudara korban, sempat meminta US agar tak melarikan diri dengan nada ancaman jika dirinya akan meneriaki pelaku pencuri.

"Karena dia (US) tidak mengindahkan, pura-pura telepon. Kemudian warga yang mengetahui teriakan wanita tersebut akhirnya sempat ada yang melakukan pemukulan, karena gemas. Mata kirinya (US) agak bengkak, agak merah, memar," ungkapnya.

Warta dengan mudah mengamankan US, lantaran pelaku hanya berkalan kaki sama halnya seperti korban. "Kalau korban statusnya mahasiswi asal Cilacap. Waktu itu korban habis dari Malioboro mau mencari Grab," tutur Etty.

Pihak kepolisian setempat langsung menuju lokasi kejadian perkara usai mendapat laporan warga. Polisi mengamankan US agar tak jadi bulan-bulanan warga. US yang digelandang ke Mapolsek Kraton, mengaku nekat meremas payudara korban langaran tertarik dengan korban.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, US terancam pasal 281 KUHP dengan ancaman dua tahun delapan bulan kurungan. Namun dalam kasus ini Mapolsek Kraton memutuskan tak melakukan penahanan terhadap tersangka.

"Kalau ancaman kurang lebih dua tahun maka tidak dilakukan penahanan. Kasusnya tetap diproses, lanjut, tapi tidak dilakukan penahanan. Nanti kita wajibkan untuk apel setiap Senin-Kamis di Polsek Kraton sambil menunggu persidangan," sebutnya.

"Jadi polisi kan punya diskresi, alasan-alasan tertentu. Jadi mungkin saya tidak bisa menjelaskan di sini. Nanti saya juga akan tetap berkoordinasi bagaimana langkah selanjutnya yang terbaik," pungkas Etty.




Berita Lainnya

Ingin Gelar Pesta Sabu Juragan Ikan Diciduk Polisi

23/08/2019 16:09 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA