Tuesday, 26 Jan 2021
Temukan Kami di :
Nasional

Begini Serangan Terhadap Prabowo Usai Bertemu Jokowi

Lukman Salasi - 15/07/2019 12:51

BeritaCenter.COM – Prabowo Subianto mendapat banyak kecaman dan serangan usai melakukan pertemuan dengan Joko Widodo (Jokowi) sebagai presiden terpilih hasil Pilpres 2019.

Prabowo diserang para pendukung dan parpol koalisi yang mendukungnya saat Pilpres. Prabowo dinilai tak beradab hingga disebut sebagai penghianat.

Serangan dari PA 212

Pertemuan Prabowo dengan Jokowi disikapi keras oleh Persaudaraan Alumni (PA) 212. PA 212 langsung memutuskan hubungan dengan Prabowo.

"Secara pribadi, istilah 'sepakat akhiri cebong dan kampret' itu istilah buat Prabowo sendiri, kami bukan bagian dari apa yang Prabowo," kata juru bicara PA 212 Novel Bamukmin, Sabtu (13/7/2019).

"PA 212 sudah kembali kepada khitoh semula, yaitu sudah tidak lagi bersama partai mana pun, juga Prabowo atau BPN (Badan Pemenangan Nasional)," kata juru bicara PA 212 Novel Bamukmin, Sabtu (13/7/2019).

"Sudah tidak lagi bersama Prabowo-Sandi, juga BPN-nya,” ucapnya.

PA 212 lanjut mengkritik Prabowo dengan menyebutnya sebagai orang yang tidak beradab karena tak patuh pada ijtimak ulama. Prabowo disebut melakukan pertemuan dengan Jokowi tanpa tabayun dengan ulama.

"PS sudah menampakkan kekurangberadabannya sejak pasca-Ijtimak Ulama pertama kepada para ulama yang melakukan Ijtimak Ulama pertama atau yang ke-1, lalu ada Ijtimak Ulama ke-2," kata Kadiv Hukum PA 212 Damai Hari Lubis, Minggu (14/7/2019).

“Nyatanya pada akhirnya PS lagi-lagi membuat putusan yang tanpa konsultasi atau tabayun mengambil keputusan," tambahnya.

Serangan dari PKS

PKS menilai pertemuan Prabowo-Jokowi memang baik. Namun, PKS sangat menyayangkan sikap Prabowo yang terkesan lunak dihadapan Jokowi. Prabowo menurut PKS seharusnya tegas menyatakan sebagai oposisi, bukan malah siap membantu.

"Pertemuan antar-pemimpin membawa kesejukan. Dan akan baik jika Pak Prabowo menyatakan #KamiOposisi. Jika pertemuan tidak diikuti dengan deklarasi #KamiOposisi, akan membuat kekecewaan pendukung. Dan PKS yakin Pak Prabowo dan pendukungnya akan bersama #KamiOposisi, karena oposisi itu baik dan oposisi itu mulia," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Sabtu (13/7/2019).

Pendukung Prabowo Akan Demo

Massa yang mengatasnamakan Jaringan Pemuda Penyelemat Konstituen (JPPK) Prabowo-Sandi akan menggelar aksi di depan kediaman Prabowo sebagai ungkapan kekecewaan.

JPPK ini menyebut Prabowo sebagai penghianat karena melakukan rekonsiliasi dengan Jokowi. Pertemuan dengan Jokowi dianggap telah melukai pendukung Prabowo-Sandi.

“Prabowo harus meminta maaf kepada seluruh pendukung Prabowo-Sandi. Prabowo telah melukai kami,” bunyi salah satu poin tuntutannya yang diterima tim BC, Minggu, (14/7).

Mereka yang mengatasnamakan JPPK ini menolak rekonsiliasi. Prabowo sebagai penghianat menurutnya.

“Kami menolak rekonsiliasi. Prabowo telah berniatan kepada para pendukungnya,” lanjutnya.

Namun, saat dikonfirmasi kepada Ketua JPPK, Fhais, aksi yang direncanakan digelar hari ini ditunda lantaran belum mendapat izin dari kepolisian.

"Kebetulan kami dapat komplain dari teman-teman keamanan masalah pemberitahuannya, masalah jaraknya. Makanya saya bilang ambil jalan tengah agar tak terjadi hal yang tak diinginkan kami tunda hari Rabu," kata Fhaiz, Senin (15/7/2019).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon. Fadli Zon tak sepakat dengan tudingan dan serangan tersebut, Fadli mengatakan pertemuan Prabowo dengan Jokowi bukti jiwa besar sang ketum yang mengedepankan kepentingan bangsa.

"Pertemuan Pak @prabowo kemarin sekali lagi menunjukkan jiwa besar," kata Fadli Zon di Twitter resminya, Minggu (14/7/2019).

"Saya yakin beliau mengedepankan kepentingan yang lebih besar, kepentingan bangsa, untuk saat ini," ucap Fadli Zon.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA