Tuesday, 12 Nov 2019
Temukan Kami di :
Bisnis

Diskon 50 Persen Tiket Pesawat Ternyata Dikhususkan di Jam Sepi

Indah Pratiwi - 11/07/2019 22:01

Beritacenter.COM - Pemberlakuakn diskon tarif pesawat penerbangan berbiaya murah mulai Kamis (11/7/2019) dini hari tadi sebesar 50 persen dari tarif batas atas (TBA) rupanya dikhususkan di jam yang sepi.

Pemberian diskon ini berlaku di hari Selasa, Kamis, dan Sabtu pada pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB.

Menanggapi tarif diskon itu, pengamat penerbangan Gatot Rahardjo seharusnya pemerintah mencari jam penerbangan lain. Pasalnya, pada waktu jam tersebut memang sepi penumpang bahkan sangat minim yang naik.

"Jadi yang paling ramai itu ya pagi dan sore. Jam 05.00 atau 06.00 sampai jam 10.00 atau di mana orang berangkat mau ada urusan bisnis atau kerja, dan sore di atas jam pulang kerja. Karena mereka lihat pesawat itu cepat, jadi kalau berangkat jam 06.00 bisa sampai jam 08.00 dan bisa langsung kerja," katanya.

Dia menambahkan, masyarakat jarang memiliki kepentingan pada waktu yang diterapkan diskon tersebut. Karenanya, masyarakat akan balik lagi memesan penerbangan dengan waktu yang diinginkan atau tanpa diskon.

"Di atas (waktu penerbangan) sebenarnya masyarakat sudah jarang yang naik, karena lama dan tidak ada makanan. Kalau yang jauh umpamanya ke Indonesia timur, berangkatnya lebih banyak malam hari, sampai tujuan pagi. Jadi tidak capek," tutur dia.

Berdasarkan penelusuran tiket online juga tak semua pada rute mendapatkan diskon pasa waktu tersebut.

Salah satunya di Tiket.com untuk tujuan rute Jakarta – Banda Aceh yang dihargai sangat mahal. Untuk bulan Juli sampai Agustus, tarifnya diberi diskon 50 persen, dari TBA Rp 2,6 juta menjadi Rp 1,3 juta dengan maskapai Lion Air pada Selasa 17 September 2019.

Memasuki bulan September, penerbangan tidak tersedia untuk tarif diskon pada waktu yang ditentukan. Terlihat, tarifnya dibanderol TBA Rp 2,1 juta.

"Sifat penjualan tiket itu dinamis. Biasanya yang dijual yang termahal baru turun-turun pakai sub-classes. Lalu bagaimana cara pemerintah mengawasi penjualannya? Jadi intervensi pemerintah dalam hal ini kurang tepat tepat dan rawan dimanipulasi.”




Berita Lainnya

Kenaikan UMP Bisa Memicu Kaburnya Investor

05/11/2019 21:01 - Indah Pratiwi

Harga Minyak Dunia Beranjak Naik

28/10/2019 09:10 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA