Tuesday, 23 Jul 2019
Temukan Kami di :
News

Polisi Sebut Pembuat Status 'Tak Usah Pajang Foto Presiden' Seorang Guru Les

Aisyah Isyana - 11/07/2019 18:25

Beritacenter.COM - Perempuan bernisial AF, tersangka pemosting status berisi seruan agar tak memajangkan foto Presiden dan Wakil Presiden di sekolah, diketahui merupakan seorang guru les. Polisi menyebut AF merupakan tenaga pengajar di tembat bimbingan belajar di Koja, Jakarta Utara.

"Yang bersangkutan juga berprofesi sebagai guru, tapi guru les bimbingan belajar," kata Kapolres Jakarta Utara Kombes Budhi Herdi Susianto di Mapolres Jakarta Utara, Jalan Laksamana Yos Sudarso, Koja, Jakarta Utara, Kamis (11/7/2019).

Budhi menyampaikan hal itu sebagai bantahan terkait kabar yang menyebutkan jika AF adalah seorang guru di SMPN 30 Jakarta. "Setelah kami cek, tersangka bukan guru, dia hanya wali murid di sekolah tersebut. Hanya mengaku sebagai guru saat mem-posting," ujar dia.

Baca juga :

Kasus yang menyeret AF harus berurusan dengan polisi ini bermula usai dirinya memposting status di Facebook, pada 26 Juni 2019. Tak hanya di Facebook, AF juga memposting status itu di media sosial lainnya. Adapun bunyi dari status yang diposting AF yakni :

kalo boleh usul...di sekolah2 tidak usah lagi memajang foto Presiden & Wakil presiden...turunin aja foto2nya..

kita srbagai guru ngga mau kan mengajarkan anak2 didik kita tunduk, mengikuti dan membiarkan kecurangan dan ketidakadilan?

Cukup pajang foto GOODBENER kita ajaa...GUBERNUR INDONESIA ANIES BASWEDAN.

Status yang dibuatnya membuat AF harus berurusan dengan polisi, usai seorang warga berinisial TCS meng-capture status itu dan melaporkannya ke akun Polres Jakarta Utara. Polisi yang bergerak cepat langsung menindaklanjuti laporan itu lantaran unggahan AF dinilai masuk dalam kategori 'hate speech'.

"Bahwa posting-an yang disampaikan itu masuk kategori menyiarkan berita bohong yang dapat menyebabkan keonaran atau menyebarkan ujaran kebencian atau menghasut jangan menurut peraturan undang-undang atau perintah yang sah menurut peraturan perundang-undangan atau menghina sesuatu kekuasaan yang ada di negara Indonesia," ujar Budhi.

Penangkapan terhadap AF dilakukan polisi di tempat lesnya, di kawasan Koja, Jakarta Utara, Selasa (9/7) lalu. Polisi juga turut menyita sejumlah barang bukti dari penangkapan tersebut. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan, polisi menetapkan AF sebagai tersangka.

Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, AF terancam dijerat Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45 huruf a ayat 2 UU RI No 19 Tahun 2016 sesuai perubahan UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik juncto Pasal 14 ayat 1 atau ayat 2 atau Pasal 15 UU RI No 1 Tahun 1946 tentang peraturan hukum pidana atau Pasal 160 KUHP atau Pasal 207 KUHP. AF terancam hukuman pidana paling lama 6 tahun penjara.




Berita Lainnya

Pansel KPK Diyakini Temukan 104 Capim Terbaik

22/07/2019 21:47 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA