Thursday, 14 Nov 2019
Temukan Kami di :
News

Sidang Kasus Hoax, Ratna Sarumpaet Divonis 2 Tahun Penjara

Aisyah Isyana - 11/07/2019 17:45

Beritacenter.COM - Terdakwa kasus hoax penganiayaan, Ratna Sarumpaet, divonis hakim 2 tahun penjara. Hakim menilai Ratna terbukti telah menyebarkan kebohongan yang akhirnya memunculkan keonaran di tengah masyarakat.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa Ratna Sarumpaet dengan pidana penjara selama 2 tahun," ujar hakim Jony membacakan putusan dalam sidang vonis Ratna Sarumpaet di PN Jakarta Selatan, Jl Ampera Raya, Kamis (11/7/2019).

Baca juga : Setelah Bikin Onar Dengan 'Hoaks', Ratna Sarumpaet Ingin di Vonis Bebas

Sementara itu, hakim juga memaparkan hal-hal yang memberatkan serta hal yang meringankan Ratna Sarumpaet dalam putusannya. Adapun hal yang memberatkan, lantaran Ratna sebagai seorang publik figur yang harusnya dapat memberikan contoh baik.

"Terdakwa berusaha menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya," kata hakim anggota Krisnugroho.

Untuk hal yang meringankan, jelas Krisnugroho, status Ratna yang merupakan seorang ibu rumah tangga yang berusia lanjut. "Terdakwa telah melakukan permintaan maaf secara terbuka," kata hakim.

Sementara itu, vonis 2 tahun penjara yang dijatuhi untuk Ratna Sarumpaet sejatinya jauh dari tuntutan jaksa. Sebelumnya, jaksa menuntut Ratna 6 tahun penjara. Tapi atas vonis majelis hakim, jaksa menyatakan pikir-pikir.

Hakim menyebut hoax penganiayaan atau cerita bohong itu sengaja dibuat Ratna Sarumpaet dengan maksud propaganda. Hakim juga mempertimbangkan cerita bohong Ratna yang juga disebarkan kepada banyak orang.

"Menimbang bahwa alasan terdakwa mengarang cerita itu dalam perjalanan pulang ke rumah adalah untuk menutupi kejadian sebenarnya kepada anaknya, menurut hemat majelis hakim mugkin logis dan dapat diterima," kata hakim anggota Krisnugroho membacakan analisa yuridis putusan Ratna Sarumpaet.

"Tetapi juga diceritakan kepada orang-orang seperjuangan seperti tim badan pemenangan capres-cawapres menurut hemat majelis terdakwa telah memiliki maksud tertentu untuk menarik simpati, mempengaruhi dan propaganda di mana terdakwa sebagai aktivis dan pejuang HAM mendapat perlakuan kekerasan yang tidak wajar," papar hakim Krisnugroho.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA