Wednesday, 18 Sep 2019
Temukan Kami di :
Software

Hati-hati! Malware Jenis Baru Mengifeksi Sedikitnya 25 Juta Perangkat Android

Aisyah Isyana - 11/07/2019 13:55

Beritacenter.COM - Perangkat lunak jahat (malware) jenis baru yang terpasang diam-diam tanpa sepengetahuan pengguna, dilaporkan menginfeksi 25 juta ponsel perangkat android di sejumlah negara, termasuk India dan Indonesia.

"Menyamar sebagai aplikasi terkait Android, malware itu mengeksploitasi kerentanan Android dan secara otomatis mengganti aplikasi yang terpasang dengan versi yang berbahaya tanpa sepengetahuan penggunanya," kata perusahaan keamanan siber Check Point Software Technologies melaporkan temuannya baru-baru ini.

Dari laporan yang dihimpun, malware berjuluk "Agen Smith" itu telah menginfeksi 25 juta perangkat, termasuk 15 juta perangkat di India. Malware itu menggunakan akses luasnya ke sumber daya perangkat untuk menampilkan iklan palsu demi keuntungan finansial, namun dengan mudahnya digunakan untuk tujuan yang lebih berbahaya seperti pencurian kredensial perbankan atau semacam penyadapan.

Adapun sejumlah aplikasi yang terindikasi rentan terifeksi malware 'Agen Smith' yakni, WhatsApp, Jiochat, Opera Mini, Truecaller, dan belasan lainnya. Malware tersebut menyerupai serangan-serangan sebelumnya seperti Gooligan, Hummingbad, dan CopyCat.

"Malware ini secara diam-diam menyerang aplikasi yang diinstal oleh pengguna," kata Jonathan Shimonovich, Kepala Riset Deteksi Ancaman Seluler di Check Point Software Technologies, dalam pernyataannya, dikutip Kamis (11/7/2019).

Dengan begitu, Shimonovich menyarankan agar pengguna Android untuk mengunduh aplikasi dari toko yang terpercaya untuk mengurangi resiko terinfeksi malware tersebut. Pasalnya, toko aplikasi pihak ketiga kerap tidak memiliki langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk memblokir perangkat lunak jahat.

"Agent Smith" pada awalnya diunduh dari toko aplikasi pihak ketiga yang banyak digunakan, 9Apps, dan menargetkan sebagian besar pengguna berbahasa Hindi, Arab, Rusia, dan Indonesia.

Penyebaran malware Agen Smith sejauh ini, korban utamanya berbasis di India meskipun negara-negara Asia lainnya seperti Pakistan dan Bangladesh juga terkena dampaknya. Selain itu, ada pula sejumlah perangkat Android yang terinfeksi malware di Inggris, Australia, dan Amerika Serikat. Check Point telah bekerja erat dengan Google dan pada saat menerbitkan laporan ini.




Berita Lainnya

DracOs Linux Codename "SANTET" Rilis

21/05/2019 19:46 - Josh Selalu Hello World
Kemukakan Pendapat


BOLA