Tuesday, 23 Jul 2019
Temukan Kami di :
Internasional

Penahanan Muslim Uighur Mendapat Kecaman 22 Negara

Indah Pratiwi - 11/07/2019 04:35

Beritacenter.COM - Ada 22 negara di dunia mendesak Tiongkok untuk menghentikan penahanan massal etnis minoritas Uighur, termasuk warga Muslim, di wilayah Xinjiang.

Dilansir Reuters, dalam sebuah surat ditujukan pemimpin Dewan Hak Asasi Manusia PBB, beberapa negara yang bersuara itu antara lain Australia, Kanada, Jepang dan negara-negara Eropa termasuk Inggris, Prancis, Jerman dan Swiss. Amerika Serikat (AS) tidak ikut bagian dari 22 negara itu.

Melalui PBB, setidaknya satu juta warga Uighur dan etnik Muslim lainnya ditahan di pusat-pusat penahanan di wilayah Xinjiang, China bagian barat.

Penahanan itu di tempatkan di pusat pelatihan yang bertujuan untuk menghilangkan ekstremisme dan memberi warga keterampilan baru.

Surat tersebut ditandatangani oleh 22 yang secara dibacakan di Dewan atau resolusi yang diajukan untuk pemungutan suara seperti yang diinginkan para aktivis. Menurut para diplomat PBB, surat itu sebagai bentuk kekhawatiran akan potensi reaksi politik dan ekonomi dari China.

"Ini adalah tanggapan kolektif pertama terhadap Xinjiang," kata seorang diplomat Barat kepada Reuters, yang dilansir Kamis (11/7/2019), tanpa disebutkan namanya. "Gagasan resolusi tidak pernah ada di kartu."

"Ini adalah langkah formal karena akan diterbitkan sebagai dokumen resmi Dewan...itu adalah sinyal," imbuh diplomat Barat lainnya.

"Kami menyerukan China untuk menegakkan hukum nasional dan kewajiban internasionalnya dan menghormati hak asasi manusia dan kebebasan mendasar, termasuk kebebasan beragama atau berkeyakinan di Xinjiang dan di seluruh China," bunyi surat tersebut.

"Kami juga menyerukan China untuk menahan diri dari penahanan sewenang-wenang dan pembatasan kebebasan bergerak warga Uighur, dan komunitas Muslim dan minoritas lainnya di Xinjiang."



Berita Lainnya

China Kesandung Utang Besar

22/07/2019 14:43 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA