Saturday, 22 Feb 2020
Temukan Kami di :
News

Parah...! Demi Persatuan Dan Kesatuan Bangsa, Fadli Zon "Tolak" Jokowi-Prabowo Lakukan Rekonsiliasi

Indah Pratiwi Budi - 09/07/2019 18:20

Beritacenter.COM - Belum lama ini terdengar wacana tentang rekonsiliasi usai pilpres 2019 antara Joko Widodo dan Prabowo Subianto untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa ini.

Tetapi nampaknya rekonsiliasi akan gagal terwujud, hal ini terungkap langsung dari Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, menolak rekonsiliasi usai pilpres 2019.

Menurutnya, dorongan untuk dilakukan rekonsiliasi justru akan mempertajam perbedaan di tengah-tengah masyarakat.

“Menurut saya tidak perlu ada rekonsiliasi dan tidak perlu dibesar-besarkan,” kata Fadli kepada wartawan di Kompleks Kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Senin (8/7/2019).

Pernyataan Fadli bahwa rekonsiliasi mempertajam perbedaan di tengah-tengah masyarakat, hanya alibi dari seorang politikus yang tak mau menerima kekalahan dan berusaha untuk menyatukan perbedaan akibat dari kontestasi Pilpres 2019.

Rekonsiliasi adalah upaya untuk memikirkan negara, bukan sebuah negoisasi atau kepentingan kelompok tertentu. Membangun Indonesia akan dapat mudah tercapai jika dikerjakan bersama-sama demi mencapai tujuan memajukan bangsa, ekonomi serta sosial secara adil.

Pakar hukum tata negara, Juanda mengatakan bahwa para elite di kedua kubu memiliki tanggungjawab untuk meredam polarisasi di tengah masyarakat akibat perbedaan pilihan politik selama pilpres. Sebab, konteks budaya politik di Indonesia merupakan budaya politik kawula, bukan budaya politik rasional responsif.

“Rekonsiliasi itu seharusnya tidak hanya ditingkat elite. Elite ini sebagai kunci utama dalam kerangka untuk meredam, untuk mengajak, merangkul kita sebagai satu bangsa,” ujar Juanda dalam sebuah diskusi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/7).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA