Sunday, 25 Aug 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Mandor Palsu Minta Antar ke Warteg Bawa Kabur Motor Pekerja di Bekasi

Aisyah Isyana - 05/07/2019 13:53

Beritacenter.COM - Berpura-pura menyamar sebagai mandor proyek, seorang pria membawa kabur motor Honda Beat Street milik Syahrul (20), di Rawalumbu, Bekasi. Pelaku bahkan sempat mengobrol dengan pekerja setempat.

"Dia pura-pura jadi mandor bangunan, biar supaya menipu saya, biar percaya. Dia awalnya ngomong (ngobrol) ke temen saya (Odoy). Temen saya percaya dia itu mandor," ujar Syahrul kepada wartawan, Jumat (5/7/2019).

Aksi pencurian terhadap motor milik Syahrul itu terjadi di kawasan Jalan Cipete Raya, RT 4/RW 10, Mustikasari, Kec. Rawalumbu, Kota Bekasi, Minggu (30/6/2019). Awalnya, pelaku yang berpakaian bak mandor itu sempat menghampiri Odoy (40).

Baca juga :

Sempat mengobrol, pelaku kemudian meminta Odoy untuk mengantarnya ke warung makan untuk membeli nasi bungkus. Odoy yang tak memiliki motor, lantas meminta Syahrul untuk mengantar pelaku. Dia bahkan menawarkan imbalan Rp50 ribu kepada Syahrul.

"(Pelaku) minta dianterin ke warteg nanti dikasih Rp 50 ribu," ujar Syahrul.

Syahrul yang tak menaruh curiga, lantas mengantarkan pelaku ke wateg di Mustikasari, Bekasi. Sepanjang perjalanan, pelaku irit bicara. "Saya ngajak ngobrol, cuma diam dia. Saya tanya 'Orang mana?' 'Orang sini' (jawab pelaku). 'Rumahnya dimana?' 'deket sini' (jawabnya)," jelas Syahrul.

Setibanya di warteg, pelaku lantas memesan 43 nasi bungkus dengan alasan untuk anak buahnya. Tak beberapa lama kemudian, pelaku mengaku mendapat panggilan dari bosnya.

"Dia pura-pura seperti ada yang nelepon, bosnya nelepon. Katanya kunci mobilnya kebawa. Terus di warteg dia pinjem motor supaya anterin kunci mobil (bosnya). Saya nunggu nasi," ujar Syahrul.

Disitulah akhirnya motor milik Syahrul raib dibawa kabur pelaku. Syahrul sendiri mengaku dalam keadaan sadar dan tidak dalam pengaruh hipnotis, selama perjalanan membonceng pelaku.

Pelaku yang membawa kabur motornya, disebut Syahrul mengenakan pakaian khas mandor. "(Pelaku) sudah tua kira-kira 70 tahun, pendek, pakai helm mandor, makai tas dipinggang, bawa hp hp-nya agak kecil (merk) Nokia, bawa handuk kecil," ujar Syahrul.

Akibat ulah pelaku, Syahrul mengalami kerugian mencapai Rp9 juta. Belum lagi Syahrul juga harus membayar 42 nasi bungkus yang dipesannya, kurang lebih Rp200 ribu. Kejadian ini masih belum dilaporkan Syahrul ke pihak kepolisian.

"Masih diselidiki. Karena memang belum ada laporan. Modus-modus sekarang seperti itu kadang-kadang. Diajak ngobrol, nanti temannya yang bawa. Modus lama juga, karena mudah dipengaruhi, kurang waspada," ujar Kapolsek Bekasi Timur, Kompol Agung.




Berita Lainnya

Ingin Gelar Pesta Sabu Juragan Ikan Diciduk Polisi

23/08/2019 16:09 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA