Friday, 02 Oct 2020
Temukan Kami di :
Politik

Terbongkar...! Teriak Jokowi Curang, Ternyata Partai Gerindra "Biangnya Curang" Ini Buktinya...

Indah Pratiwi Budi - 01/07/2019 17:18

Beritacenter.COM - Maling teriak maling, demikian ungkapan populer bagi penjahat licik yang tidak mau kejahatannya diketahui orang lalu menuding orang lain melakukannya dan segera melenyapkan bukti-bukti kejahatannya.

Partai Gerindra yang getol meneriakkan maling teriak maling kepada kubu Jokowi-Ma’ruf ternyata terbukti kader-kadernya banyak melakukan kecurangan pemilu. Tidak hanya kader kecurangan pemilu juga dilakukan oleh pelaksana pemilu terutama di daerah-daerah yang menjadi basis kemenangan paslon no urut 02 Prabowo-Sandi.

Terbukti tiga petugas PPK Ulu Talo, Seluma, Bengkulu, diduga melakukan tindak pidana pemilu. Ketiganya ditangkap di kawasan Jakarta Selatan.

Ketiganya diduga melakukan tindak pidana pemilu. Bermula ketika pada Selasa (23/4), rapat pleno rekapitulasi suara dikirim PPK Kecamatan Ulu Talo ke Kabupaten Seluma dan sertifikat hasil perhitungan suara oleh PPK selesai di-print out pada Rabu (24/4).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Argo Yuwono mengatakan, ketiga PPK itu adalah Ketua PPK Ulu Talo AN (24), operator PPK Ulu Talo AL (36), dan Sekretaris PPK Ulu Talo A (43).

“Ketiganya ditangkap di Mal Permata Hijau, Jakarta Selatan,” ujar Argo di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2019).

Argo menjelaskan, ketiga pelaku melakukan aksinya ketika rapat pleno rekapitulasi suara selesai dan ditutup secara resmi oleh PPK Ulu Talo di Jalan Tanjung Agung, Kelurahan Tanjung Agung, Kecamatan Ulu Talo, Selasa sekitar pukul 23.00 WIB.

Keesokan harinya, hasil cetak sertifikat penghitungan suara yang telah ditandatangani saksi parpol itu diperbanyak. Lalu, formulir DA 1 dibagikan kepada para saksi dan Panwascam Ulu Talo.

Aksi mereka baru ketahuan pada Selasa, setelah saksi dan panwascam melakukan pengecekan ternyata terdapat perbedaan hasil pleno dengan salinan jumlah perolehan suara di form DA1.

“Perbedaan tersebut terdapat pada Partai Gerindra, caleg atas nama Lia Lastaria,” katanya.

Pada rapat pleno rekapitulasi, suara yang didapat Lia Lastaria tercatat 185 suara, tetapi pada salinan DA1 angka tersebut diubah hingga 1.137 suara.

Saat ini, 3 orang anggota PPK tersebut dibawa ke Polda Metro Jaya. Selain menangkap ketiga tersangka, polisi juga menyita tiga unit ponsel.

Sementara itu 5 komisioner KPU Kota Palembang ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian karena tindak pidana pemilu. Kota Palembang seperti diketahui dimenangkan oleh paslon Prabowo-Sandi dengan kemenangan 61,48 % sementara Jokowi-Ma’ruf hanya memperoleh 38,52%.

“Lima komisioner KPU Kota Palembang benar sudah ditetapkan tersangka pada kasus pidana pemilu,” terang Kapolresta Palembang, Kombes Didi Hayamansyah saat dikonfirmasi, Minggu (16/6/2019).

Penetapan tersangka sendiri, kata Didi, dilakukan setelah adanya laporan Ketua Bawaslu Palembang, M Taufik pada 22 Mei 2019.

Laporan Bawaslu menilai KPU Palembang tidak mau menjalankan rekomendasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan pemungutan suara lanjutan (PSL) untuk pemilihan presiden di sejumlah tempat pemungutan suara di Kecamatan Ilir Timur II Palembang pada 27 April 2019. Alhasil, banyak pemilih tak bisa mencoblos.

Para komisioner KPU diduga melanggar pasal 510 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yakni dengan sengaja melakukan perbuatan yang mengakibatkan orang lain kehilangan hak pilihnya, dengan ancaman penjara dua tahun.

Rekomendasi PSU tidak dilakukan oleh KPU Palembang tentu untuk menjaga kemenangan tebal Prabowo-Sandi di daerah tersebut dengan harapan dapat mengangkat persentasi suara Prabowo-Sandi di tingkat nasional.

Selain itu kader Gerindra yang terlibat dan telah divonis bersalah dalam kecurangan Pemilu 2019 antara lain :

1. Caleg Gerindra, N.R Kurniasari divonis bersalah karena melakukan kampanye di tempat ibadah
2. Caleg Partai Gerindra Dapil III Batam, Muhammad Yunus M. Afriyandi divonis bersalah kasus politik uang
3. Caleg terpilih Gerindra Sulbar H Haris Halim Sinring divonis bersalah kasus politik uang
4. Caleg Gerindra M. Apriyandi di Tanjungpinang divonis bersalah atas kasus politik uang
5. Caleg DPRD Wonogiri dari Partai Gerindra, Lambang Purnomo divonis bersalah atas kasus politik uang
6. Caleg Gerindra di Bangka Belitung, Samsul Bahri divonis bersalah menggunakan fasilitas pemerintah berupa kendaraan dinas
7. Caleg Gerindra DPRD Batam Muhammad Yunus Nad divonis bersalah melakukan politik uang




Berita Lainnya

MANTAP...! Gibran Blusukan Online

28/09/2020 08:35 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA