Monday, 16 Sep 2019
Temukan Kami di :
Politik

Presiden Joko Widodo Berpidato Menggunakan Falsafah Jawa

Pidato Presiden Jokowi pada acara yang digelar di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (30/06/2019) kemarin, menurut Arteria Dahlan yakni mengandung sejumlah falsafah yang kental di masyarakat Jawa.

Sari Intan Putri - 01/07/2019 10:55

Beritacenter.COM - Arteria Dahlan selaku salah seorang anggota Tim Hukum Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-KH Ma'ruf Amin menjelaskan arti tersirat dari pidato Presiden Joko Widodo terkait penetapannya sebagai presiden terpilih 2019-2024.

Pidato Presiden Jokowi pada acara yang digelar di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Minggu (30/06/2019) kemarin, menurut Arteria Dahlan yakni mengandung sejumlah falsafah yang kental di masyarakat Jawa.

Lebih lanjut, Arteria Dahlan juga menyebut jika sikap dari Presiden Joko Widodo yang mengajak lawan politiknya, Prabowo-Sandiaga untuk bersama membangun Indonesia merupakan implementasi falsafah adiluhung yang disarikan dari kehidupan orang Jawa.

"Yakni 'ngluruk tanpo bolo (tidak semua peperangan harus dimenangkan dengan menggunakan bala tentara), 'menang tanpo ngasorake' (menang tanpa merendahkan lawan), 'sakti tanpo aji' (jurus paling sakti adalah tidak punya musuh), dan 'sugih tanpo bondho' (kaya tanpa harta atau kaya hati)," kata Arteria.

Selain itu, politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini berujar, Jokowi ingin menunjukkan etika yang baik dengan menyempatkan datang ke KPU saat rapat pleno penetapan presiden terpilih. Menurut dia, Jokowi dulu datang sendiri ke KPU saat pendaftaran dibuka dan merasa harus hadir saat ia ditetapkan sebagai presiden.

"Datang tampak muka, pulang tampak punggung," ujarnya.

Jokowi, kata Arteria, juga ingin memberi apresiasi kepada para penyelenggara pemilihan umum 2019 dan seluruh masyarakat Indonesia pada umumnya. "Beliau juga mengajak semua elemen bangsa untuk kembali bersatu, merajut dan menjaga persatuan," katanya.

Sebelumnya, dalam pidatonya di KPU, Jokowi secara terbuka memang mengajak Prabowo-Sandiaga untuk membantunya membangun bangsa. Ia meyakini jika pasangan tersebut sama-sama ingin Indonesia maju.

"Saya mengajak pak Prabowo Subianto dan pak Sandiaga Uno untuk bersama-sama membangun negara ini. Saya yakin beliau berdua adalah patriot yang menginginkan negara kita makin kuat, makin maju, dan makin adil makmur," ujar Jokowi, kemarin.




Berita Lainnya

Politisi Muda Ini Tolak Keras Revisi UU KPK

09/09/2019 10:35 - Sari Intan Putri
Kemukakan Pendapat


BOLA