Friday, 02 Oct 2020
Temukan Kami di :
News

Sandi Sebut 'Ucapan Selamat' Budaya Barat, Sosiolog UGM: Sudah Lama Jadi Budaya Indonesia

Iya (memberi selamat kepada pemenang) saya kira sudah lama menjadi budaya Indonesia. Ya orang Jawa itu juga bilang, kata 'sugeng' itu kan selamat, 'sugeng rawuh', Sunda juga kan

Aisyah Isyana - 01/07/2019 09:25

Beritacenter.COM - Pemberian ucapan selamat kepada pemenang dalam suatu kontestasi politik, disebut Sosiolog Universitas Gajah Mada, Prof. Dr. Sunyoto Usman, sudah lama menjadi budaya Indonesia. Dia menilai, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno memiliki maksud lain untuk tidak memberi selamat kepada Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

"Iya (memberi selamat kepada pemenang) saya kira sudah lama menjadi budaya Indonesia. Ya orang Jawa itu juga bilang, kata 'sugeng' itu kan selamat, 'sugeng rawuh', Sunda juga kan," kata Sunyoto saat dihubungi, Minggu (1/7/2019).

"Kalau itu (selamat) kita setiap hari memberi ucapan selamat pagi, selamat sore, selamat makan," imbuhnya.

Baca juga :

Sunyoto mengatakan, rekonsiliasi pascapilpres tak serta merta terjadi dengan cepat. Dia menilai, komunitas politik di bawah masih padah, sehingga membuat rekonsiliasi masih membutuhkan waktu. Dia menyebut, Prabowo-Sandiaga masih menunggu suasana dari para pendukungnya untuk sedikit dingin.

"Saya kira pilihan kata (Sandiaga) untuk tidak mengucapkan selamat untuk tidak menyinggung perasaan pendukungnya terutama di tingkat bawah," tuturnya.

Namun, Sunyoto menilai pernyataan Prabowo dengan menghormati keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) artinya sudah tak ada masalah lagi antara Prabowo-Sandi dengan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Menghormati keputusan MK itu kan artinya sudah tidak ada masalah lagi. Itu adalah final dan mengikat. Saya kira Pak Prabowo ingin menenangkan semua kalangan yang mendukung dia," katanya.

"Saya kira itu tidak aneh, saya kira dengan menghormati keputusan MK itu kan lebih dari kata selamat. Kalau selamat kan 'oke kamu berhasil' lalu saya ucapkan selamat. Tapi menghargai keputusan MK itu sudah lebih daripada mengucapkan selamat," lanjutnya.

Untuk diketahui, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno diketahui hingga saat ini masih belum mengucapkan selamat kepada Jokowi-Ma'ruf sebagai pemenang di Pilpres 2019. Kendati mengaku menghormati keputusan MK yang menolak hasil gugatan Pilpres, Sandiaga menilai jika ucapan selamat itu seperti budaya barat.

"Kami sudah menghormati putusan MK kemarin dan ini sudah tingkatan yang paling tinggi bahwa kita menghormati prosesnya dan selamat-selamat itu kan kayak budaya Barat ya. Di dalam kontestasi kita, setiap kali ketemu kita cipika-cipiki, selama debat kemarin kita selalu mengucapkan kata-kata yang baik, jadi nggak ada masalah," kata Sandiaga Uno di JCC, Minggu (30/6).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA