Monday, 17 Feb 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Pengamat: Putusan MK Sifatnya Final, Prabowo Harus Konsisten Terima Kekalahan

Dengan asumsi putusan MK sifatnya final dan mengikat, maka segala kesulitan dan legitimasi pemilu sudah berakhir. Tidak ada lagi perdebatan, hasil benar atau tidak, sudah tidak ada lagi

Aisyah Isyana - 28/06/2019 16:35

Beritacenter.COM - Dengan adanya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menolak seluruh permohonan sengketa Pilpres, Prabowo Subianto diharapkan konsisten dan sudah tak lagi memperdebatkan kemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin.

"Dengan asumsi putusan MK sifatnya final dan mengikat, maka segala kesulitan dan legitimasi pemilu sudah berakhir. Tidak ada lagi perdebatan, hasil benar atau tidak, sudah tidak ada lagi," kata Pengamat Politik Exposit Strategic, Arif Susanto saat menjadi pembicara dalam sebuah diskusi di kantor Formappi, Jakarta Timur, Jumat (28/6/2019).

Baca juga :

Jika Prabowo tak konsisiten menerima putusan MK, berarti ketum Gerindra itu mencoba untuk membekukan waktu agar tetap berada di suasana pemilu. Menurutnya, hal itu sangatlah tak bijak, mengingat urusan pemilu sudah sangat menguras energi semua pihak.

"Saya harap mereka terima putusan MK dan hasil debat pemilu selesai. Jika tidak konsisten saya takut Prabowo ingin bekukan waktu. Prabowo ingin jaga kita semua tetap berada di kondisi pemilu," ucap Arif.

"Saya kira melelahkan bagi kita sebagai sebuah negara. Ada waktu di mana kompetisi, ada waktu kita silaturahmi. Jadi mestinya sudah cukup untuk itu," imbuhnya.

Menurutnya, sudah semestinya saat ini negara dapat berfokus untuk menata diri di sisa pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla. Dia menyarankan agar masyarakat dapat menagih apa yang belum teralsanak di era pemerintahan Jokowi-JK, ketimbang mengurusi hasil pemilu.

"Alih-alih bekukan waktu, sebenarnya yang dibutuhkan sekarang menata diri sebagai suatu negara. Agenda awal itu Jokowi-JK sampai Oktober. Dalam jangka waktu kurang 4 bulan terakhir mestinya agenda publik menagih apa yang belum tertunaikan janji 5 tahun lalu Jokowi dan JK, atau belum tertunaikan," tutur Arif.

Dia juga mengimbau agar semua pihak dapat menerima keputusan MK. "Energi bangsa ini tidak perlu dihabiskan untuk meratapi kesedihan, tapi nggak perlu juga habiskan energi untuk rayakan kemenangan. Karena di depan mata ada tugas sangat berat bagi Presiden Jokowi untuk selesaikan persoalan bangsa," sebut Sebastian.




Berita Lainnya

JPU KPK Tuntut Eks Dirut PT INTI 3 Tahun Penjara

17/02/2020 16:16 - Baharuddin Kamal
Kemukakan Pendapat


BOLA