Friday, 05 Jun 2020
Temukan Kami di :
Nasional

JK : "Tidak Ada Kawan Dan Lawan Abadi" Di Dalam Politik

Indah Pratiwi Budi - 28/06/2019 16:19

Beritacenter.COM - Kemungkinan oposisi termasuk Partai Gerindra bergabung dengan pemerintahan sangat bergantung pada Presiden Jokowi.Hal tersebut dikatakan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK menanggapi soal wacana rekonsiliasi dari kubu petahana dan kubu koalisi Prabowo-Sandi usai pengumuman hasil Pilpres 2019.

Politik sangat bersifat dinamis, sehingga tak ada kawan dan lawan abadi didalamnya, seperti pada Pilpres 2014, saat itu Golkar, PAN, dan PPP yang semula oposisi berbalik mendukung Jokowi-JK.

“Jadi politik itu dinamis sekali, karena itulah dalam politik tidak ada kawan dan lawan abadi. Hari ini berlawanan, tapi ujungnya juga bersamaan. Itu biasa saja dalam politik,” kata JK.

Politik yakni “politik” dalam definisi sebenarnya dimana kekuasaan menjadi tujuan akhir dari serangkaian proses yang dalam perjalanannya melalui berbagai model hingga modus termasuk membawa identitas seperti agama untuk memperkuat posisi politik.

Istilah tak ada kawan dan lawan jelas menunjukkan bahwa posisi politik bukan seperti ideology dimana keyakinannya terjadi secara prinsiple.

Berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi semakin banyak partai politik yang bergabung dalam pemerintahan, berpotensi menimbulkan banyak perdebatan. Sebab, koalisi di dalam kabinet berbeda dengan koalisi di parlemen yang relatif lebih cair.

Sebagai contoh yang terjadi adalah keberadaan Partai Amanat Nasional (PAN) yang memilih tak sejalan jelang Pilpres.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA