Monday, 22 Jul 2019
Temukan Kami di :
Politik

Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf Yakin Gugatan Prabowo Ditolak

Anas Baidowi - 26/06/2019 21:25

Beritacenter.COM - Direktur Tim Hukum Jokowi-Ma'ruf Amin, Ade Irfan Pulungan meyakini Mahkamah Konstitusi (MK) menolak gugatan Prabowo-Sandi. Dirinya beserta tim hukum akan menghormati dan menghargai segala keputusan 9 Hakim MK.

"Kalau ditanya optimis, kami tetap optimis dan semangat, mengenai putusan nya kita serahkan pada 9 hakim MK, kita percaya semua pada apapun yang disampaikan 9 orang hakim MK," kata Irfan kepada wartawan di depan kediaman Ma'ruf Amin, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (26/6/2019).

Irfan juga menegaskan, 9 orang hakim adalah orang-orang yang kredibel, persoalan - persoalan hukum, punggawa hukum semua kan, profesor, doktor, dan jam kerjanya panjang, serta mereka integritasnya, independensi terhadap masalah hukum kita yakini dan percayakan," sambungnya.

Irfan juga mengaku tidak ada persiapan khusus menghadapi sidang putusan MK besok. Meski begitu, dirinya yakin putusan ini akan berpengaruh nantinya kepada rakyat.

"Kita menganggap ini persidangan yang biasa. Cuma memang nilainya berpengaruh kepada rakyat Indonesia," ucapnya.

Selain itu, Irfan juga menanggapi soal tim BPN yang masih mempermasalahkan posisi Ma'ruf Amin di anak perusahaan BUMN. Menurutnya persoalan itu sudah selesai. Terlebih lagi, sebut Irfan saksi milik Prabowo dinilai tidak bisa memberi jawaban pasti.

"Itu sudah selesai. Sudah selesai di persidangan juga sudah selesai, Saksi dari BPN juga kan dihadirkan. Saya melihat tidak ada jawaban yang pasti dari saksi yang dihadirkan oleh mereka yaitu Said Didu. Menjelaskan tentang bagaimana kedudukan seorang pejabatnya BUMN atau yang lainnya apakah itu di BUMNnya sendiri atau di anak perusahaan BUMN. Gak ada jawaban yang pasti kita dengar bersama," jelasnya.

Irfan juga menilai persoalan ini dikaitkan oleh BPN dengan PP nomor 72 tahun 2016 terlalu berlebihan. Menurutnya pihak tidak bisa membuktikan kecurangan.

"Tak ada yang memprotes atau keberatan terhadap masalah itu, kalau ini diungkap lagi saya rasa terlalu baperlah, jangan terlalu dibawa perasaan, udah selesai, karena tidak dimungkinkan paslon 02 untuk menyelesaikan kecurangan TSM, (lalu) mereka mengambil persoalan lain," sebut Irfan.




Berita Lainnya

Jokowi Bertemu Megawati, Ini yang Dibahas

22/07/2019 18:50 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA