Thursday, 14 Nov 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Minta Tak Ada Aksi di MK, Wiranto: Jika Nekat Hingga Rusuh, Kami Tangkap!

Kalau ada yang nekat, ada demonstrasi bahkan menimbulkan kerusuhan, saya tinggal cari saja. Tinggal kami cari tokohnya, kami tangkap saja karena menimbulkan kerusuhan

Aisyah Isyana - 25/06/2019 15:25

Beritacenter.COM - Menko Polhukam Wiranto kembali mengingatkan agar semua pihak tak melakukan aksi di sekitar kawasan gedung Mahkamah Konstitusi (MK), hingga putusan gugatan Pilpres 27 Juni mendatang. Menurutnya, aksi unjuk rasa hanya akan menggangu jalannya kegiatan yang menyangkut kepentingan nasional tersebut.

"Kepolisian sudah katakan jangan sampai ada unjuk rasa di sekitar MK, karena akan mengganggu kegiatan yang menyangkut kepentingan nasional. Kalau ada yang nekat, ada demonstrasi bahkan menimbulkan kerusuhan, saya tinggal cari saja," kata Wiranto seusai rapat dengan Badan Anggaran di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (25/6/2019).

Baca juga :

Dalam aksi unjuk rasa, jelas Wiranto, dikhawatirkan berpotensi menimbulak kerusuhan yang nantinya akan mengganggu kegiatan di MK. Untuk itu, Wiranto menegaskan akan menangkap pihak-pihak yang menjadi dalang aksi jika terjadi.

"Demonstrasi itu kan ada yang mengajak, ada yang mendorong, menghasut. Nanti kan kita tinggal tahu siapa tokoh yang bertanggung jawab itu. Tinggal kami cari tokohnya, kami tangkap saja karena menimbulkan kerusuhan," tegasnya.

Sementara prihal rencana aksi damai yang akan digelar PA 212 hingga GNPF di MK, Wiranto mempertanyakan tujuan yang diperjuangkan dalam aksi. Dia pun kembali mengingatkan pesan Capres Prabowo Subianto uang meminta agar pendukung tak hadir menggelar aksi di MK.

"Yang diperjuangkan apa? Tadinya FPI kan dukung Prabowo-Sandi. Tatkala yang didukung mengatakan, 'ayo kita damai saja, menjaga suasana bersahabat, terima keputusan MK, apa pun keputusan itu', lalu kalau FPI turun ke jalan apa yang diperjuangkan," ujar Wiranto.

Wiranto kembali mengingatkan agar masyarakat tak meremehkan keamanan nasional. Dia mengatakan, kebebasan dalam menyampaikan aspirasi tetap memiliki batasan-batasan tertentu yang tak bisa seenaknya dilanggar.

"Kalau mereka tetap turun ke jalan dan menimbulkan kerusuhan tinggal, saya cari yang bertanggung jawab siapa. Kita jangan main-main masalah keamanan nasional, kita sudah masuk dalam konsep yang benar, dalam koridor yang benar. Kebebasan boleh, tetapi kan ada toleransi hukum yang menjaga kebebasan untuk tidak sebebas-bebasnya," kata dia.




Berita Lainnya

Erick Thohir: Awal Desember Ahok Gabung ke BUMN

14/11/2019 12:45 - Lukman Salasi
Kemukakan Pendapat


BOLA