Wednesday, 24 Jul 2019
Temukan Kami di :
News

Antisipasi Rusuh, Ulama Aceh Minta Masyarakat Tidak Berangkat Hadiri Sidang Putusan MK

Dewi Sari - 25/06/2019 12:14

Beritacenter.COM - Untuk mengantisipasi kerusuhan di MK, Ulama Kabupaten Aceh Barat, Tengku Abdurrani Adian meminta kepada masyarakat agar tidak berangkat ke Jakarta untuk menghadiri sidang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan PHPU Pilpres 2019. Masyarakat diminta untuk menerima keputusan yang diambil MK.

"Keputusan ini (PHPU) kita serahkan kepada ahlinya, kita yakin hakim Mahkamah Konstitusi sangat ahli dalam mengambil keputusan yang benar dalam hal ini. Mudah-mudahan bisa diterima oleh seluruh masyarakat Aceh dan di Indonesia," kata Adian melansir laman antaranews, Meulaboh, Selasa (25/6/2019).

Seperti yang diketahui, di Aceh pasangan presiden nomor urut 01, Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin, kalah telak dari pasangan pesaingnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Di provinsi paling barat Indonesia itu, pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, mendulang suara lebih dari 80 persen.

Menurut dia, pesta demokrasi sudah berlalu dan semua masyarakat sudah melihat sidang gugatan Mahkamah Konstitusi yang disiarkan secara langsung melalui televisi dan media daring secara terbuka.

Para pihak, baik tergugat maupun penggugat juga sudah menyampaikan berbagaimacam bukti, argumentasi, serta sejumlah fakta di persidangan terkait gugatan dimaksud.

Ia berharap, nantinya ketika majelis hakim mengambil keputusan dalam gugatan ini dan menetapkan keputusan, ulama tersebut berharap masyarakat di mana saja bisa menerima keputusan ini dengan berlapang dada.

"Para pihak sudah menyampaikan bukti dan argumentasi dan keputusannya ada di tangan hakim. Apalagi hakim sudah disumpah, apabila nantinya mengambil keputusan, mudah-mudahan sesuai dengan kebenaran," katanya.

Tengku Abdurrani Adian menuturkan persoalan Pilpres sudah selesai dan apa pun keputusan MK adalah keputusan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia.

"Ini mungkin yang terbaik dalam pandangan Allah SWT untuk bangsa Indonesia. Apa pun hasilnya, wajib diterima oleh seluruh komponen bangsa Indonesia," katanya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA