Sunday, 20 Oct 2019
Temukan Kami di :
Opini

Meragukan Latar Belakang Keilmuan Jaswar Koto

Indah Pratiwi Budi - 25/06/2019 09:52

Beritacenter.COM - Entah apa saya yang terlalu oon dalam hal browsing2, sampai saat ini ada beberapa hal yang misterius bagi saya terkait The Legend "Professor" Jaswar Koto.

1. What is his current REAL job?

Dalam sidang MK ketika ditanya Yursil, ybs menjawab saat ini bekerja mengajar di Jepang. Saya coba browsing, kok ya profil ybs tidak dapat ditemukan di website institusi mana pun di Jepang.

**Sedangkan mas Fajar, petugas kebersihan di kantor kami saja terpampang nama dan fotonya di website IPB**

Kalau dari CV ybs yang saya unduh dari web ISOMAse, daftar publikasi dan award-nya impresif. Begitu sampai di Career History, agak-agak membingungkan.

**Abaikan "Job Carrier Histories" di CV beliau atau "Philosophy of Doctor" di Research Gate ybs. I know I know, lots of terrible English**

Current "Job" paling mentok adalah sebagai Presiden ISOMAse, International Society of Ocean, Mechanical and Aerospace, plus, Presiden Ocean and Aerospace Research Institute (OCAri). Keduanya berlokasi di Resty Menara Hotel di PEKANBARU.

**Iyes, Pekanbaru yang di Riau Indonesia. Masak di Irlandia?

Lha tapi katanya di sidang MK situ gak pernah kerja di Indonesia?

Btw, are those two really REAL jobs? Embuh...

2. Darimana gelar Professor diperoleh?

Klaimnya ybs bergelar Professor, tapi dari CV ybs, rekod bekerja sebagai akademisi cuma tercatat 3 tahun saja, yaitu 2015-2016 dan 2010 di Universiti Teknologi Malaysia (UTM).

Lha trus gelar profesor-nya om Jaswar darimana, Bambang?

Kalau gelar Professor itu setau saya diberikan oleh sebuah institusi akademik, gak bisa self-claimed. Lha kalo keturunan Rasulullah sih emang masih bisa self-claimed di Research Gate.

**Lha wong di Research Gate dan Linkedin itu kan elu emang bebas mo nulis apa aja tentang diri lu. Kalau ketahuan bohong ya elu sendiri yang malu


**Emang perlu banget gitu ya klaim sebagai keturunan Rasulullah di profil Research Gate? Mentang-mentang gak ada yang bisa kroscek. Nyentrik bingits "Professor" yang satu ini**

3. Gelar dan bidang pendidikan tidak nyambung

Masih dari CV beliau, tertulis gelar ybs adalah:
Prof, Dr, Eng, C.Eng, C.Mar.Eng.

Tetapi histori pendidikannya adalah:
S1 Sarjana Sains ITS (S.Si atau B.Sc), Honours Curtin Univ Aussie (Hons)
S2 Master of Business Notre Dame Aussie (M.Bus),
S3 Dr. Eng Osaka Prefecture Univ Japan (Dr.Eng)

Lalu begimana ceritanya B.Sc. Hons. M.Bus bisa jadi C.Eng, C.Mar.Eng?

Tolong dijawab lagi Bambang!

4. Tidak punya profil Google Scholar

Jejak publikasi beliau sih ada di GS, tapi anehnya tidak ada profil GS-nya. Adalah suatu keajaiban seorang professor tidak punya profil Google Scholar. Bukan begitu, Agus?

**Gantian lah masak Bambang muluk**

5. TIDAK ADA jejak expertise bidang Biometric Software Development seperti klaim ybs di sidang MK, bahkan di profil Research Gate maupun CV yang bisa suka-suka dia tulis sendiri pun tidak ada.

Serius ini saya penasaran. Netizens, coba tolong saya dibantu.

Sumber : Status Facebook Meilanie Buitenzorgy




Berita Lainnya

Sudahkah Jokowi Menjadi Manusia Merdeka?

18/10/2019 09:02 - Indah Pratiwi Budi

Profesor Yang Handal Mendidik Hanum

17/10/2019 10:40 - Indah Pratiwi Budi

Runtuhnya Sila Kedua di Medsos

16/10/2019 13:24 - Indah Pratiwi Budi

Yang Teriak-Teriak Kapir Ternyata Kapir

15/10/2019 12:13 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA