Wednesday, 24 Jul 2019
Temukan Kami di :
News

Tidak Bisa Buktikan Kecurangan, BW Salahkan Hakim MK Tidak Profesional...

Indah Pratiwi Budi - 25/06/2019 09:14

Beritacenter.COM - Tim kuasa hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ternyata tidak mampu membuktikan kecurangan yang dituduhkan dengan data yang nyata atau real dalam sidang PHPU di Mahkamah Konstitusi (MK).

Ketua tim hukum Prabowo-Sandiaga, Bambang Widjojanto (BW) bahkan menyalahkan hakim MK arena menyatakan Situng bukan menjadi acuan untuk menentukan pemenang Pilpres 2019. Bahkan BW menyebut bahwa hakim tidak profesional.

Padahal UU jelas menyatakan bahwa hasil resmi adalah perhitungan suara manual yang dilakukan secara berjenjang, sehingga Situng tidak akan memperngaruhi hasil perhitungan suara resmi. Namun, BW tetap menyalahkan hakim MK tidak profesional karena menegaskan Situng tidak digunakan sebagai acuan hasil resmi.

Sebelumnya, hakim MK Arief Hidayat dalam persidangan sengketa Pilpres 2019, Kamis (20/6), menegaskan status Situng KPU.

“Kita harus ingat bahwa untuk menetapkan perolehan suara yang benar itu bukan dari situng. UU jelas mengatakan baru saja dijelaskan ahli Prof Wahyu (Marsudi Wahyu), hasil situng bukanlah hasil resmi,” ujar Arief.

Hakim mengingatkan para pihak pemohon dan termohon bahwa, sesuai undang-undang, hasil resmi pemilu ditentukan dari penghitungan suara manual berjenjang. Situng merupakan upaya transparansi yang dilakukan KPU.

“Hasil resmi adalah hasil penghitungan suara manual yang dilakukan secara berjenjang. Sehingga situng tidak memengaruhi atau tidak digunakan untuk penghitungan suara resmi,” imbuh dia.

Menurut BW, tak seharusnya hakim memberikan penegasan itu di ruang sidang sehingga tidak profesional.

“Karena dengan begitu dia sekarang sudah menjelaskan posisinya dia, dan itu saya khawatir itu bagian dari unprofessional conduct (tindakan yang tak professional),” tegasnya.

Dari dulu kubu Prabowo terus berteriak Pemilu curang TSM, hingga menjadikan Situng sebagai target sasaran. Pada dasarnya mereka sengaja ingin menggunakan berbagai cara untuk menggelorakan kecurangan Pemilu, sehingga apapun yang dilakukan KPU akan selalu salah dimata mereka.

Seharusnya, sebelum mengkritik dan menyebut hakim konstitusi tidak profesional, BW benahi dulu kubu sendiri yang mengurus mesin fotocopy saja tidak becus, alasan yang diberikan pun tidak profesional. Atau mungkin BW masih sakit hati pernah hampir diusir karena memotong pembicaraan antara hakim dengan saksi. Semakin lama pernyataan BW semakin tidak logis.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA