Saturday, 20 Jul 2019
Temukan Kami di :
Entertainment

Tolak Dakwaan Jaksa, Pengacara Vanessa Angel Minta Kliennya Dibebaskan

Aisyah Isyana - 20/06/2019 21:35

Beritacenter.COM - Dalam sidang nota pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Kota Surabaya, Surabaya, (Kamis) (20/6), Kuasa Hukum terdakwa Vanessa Angel, Milano Lubis bersikukuh menolak semua tuntutan jaksa dan meminta agar kliennya dibebaskan.

Dalam nota pembelaannya, Milano menyebut Vanessa tak bisa dijerat pasal 27 ayat 1 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Dia mengatakan, seseorang baru bisa dipidana dengan pasal itu jika konten itu didistribusikan kepada khalayak, orang banyak atau publik.

Menurutnya, Vanessa hanya memiliki ruang lingkup pribadi atau ranahnya privat, dan itu menurutnya tidak bisa dipidana. Milano meminta jaksa dan majelis hakim untuk mengkaji dakwaan-dakwaan yang dilayangkan terhadap Vanessa.

"Intinya kami menolak yang didakwakan jaksa. Makanya kami tadi dalilkan bahwa karena ini ranah privat. Apakah ranah privat bisa dipidana? Ya ini mesti dikaji ulang lah," kata Milano, usai sidang menjalani sidang tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (20/6).

Milano juga mengklaim jika dakwaan jaksa soal prostitusi daring (online) tidak terbukti. Dia mempertanuakan, ketidakhadiran Rian Subroto, pria yang diduga pemesan jasa Vanessa sekaligus Avriellia Shaqilla, selama proses persidangan.

"Karena Rian kan tidak hadir, mustinya kan dua-duanya harus hadir. Di mana kalau ada pemesan, pemesannya kan harus ada, ini pelakunya perbuatannya seperti apa, kan tidak terbukti jadinya," ujarnya.

Untuk itu, Milano meminta agar Vanessa dapat segera divonis bebas dan tak bersalah. DIa juga meminta seluruh barang-barang kliennya yang disita petugas segera dikembalilkan.

"Kita minta dibebaskan dan seluruh barang-barang yang disita semua dikembalikan. Termasuk uang, handphone, buku tabungan, semua minta dikembalikan. Karena tidak ada terbukti pidananya," katanya.

Untuk diketahui, JPU Novan Arianto menyebut pihaknya semula mendakwa Vanessa dengan dua pasal dakwaan, yakni perkara dugaan pelanggaran UU ITE pasal 27 Ayat 1 jo 45, dan kedua pasal 296 KUHP jo 55 KUHP tentang prostitusi online.

Namun, belakangan JPU hanya menuntut Vanessa dengan pasal pelanggaran UU ITE. Novan menyebut tak dijeratnya Vanessa Angel dengan pasal prostitusi, lantaran JPU memiliki pertimbangan alternatif.

"Jadi kami memilih alternatif satu (pasal 27 ayat 1) atau dua (pasal 296) dan kami berkeyakinan kami lebih condong lebih menuntut dia berdasarkan fakta-fakta yang kami ajukan, yang pertama tentang ITE," kata Novan.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA