Saturday, 20 Jul 2019
Temukan Kami di :
News

Bagikan 3000 Sertifikat Tanah, Presiden Jokowi Ingetkan Masyarakat Gresik Jangan Asal Gadaikan

Dewi Sari - 20/06/2019 17:27

Beritacenter.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan kerja di wilayah Jawa Timur untuk membagikan 3000 sertifikat tanah kepada masyarakat Gresik. Jokowi berpesan kepada masyarakat agar jangan asal menggadaikan sertifikat tanah di bank untuk agunana peminjaman.

Dihadapan ribuan masyarakat Gresik, orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan sebanyak 126 juta sertifikat tanah sudah di bagikan kemasyarakat pada tahun 2015. Tetapi, di tahun tersebut baru 46 juta bidang tanah yang bersertifikat. Sementara 80 juta tanah yang belum bersertifikat.

“Dulu pemerintah hanya mampu mengeluarka tanah yang bersertifikat 500 ribu bidang. Kalau kekurangannya 80 juta bidang tanah maka masyarakat akan menunggu bertahun-tahun. Jadi masyarakat Gresik yang memperoleh sertifikat tanah melalui program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) sangat beruntung,” ujarnya di sela-sela penyerahan sertifikat untuk rakyat di SOR Tridharma Petrokimia Gresik, Kamis (20/06/2019).

Baca Juga : di Gresik, Presiden Jokowi Bagikan 3.000 Sertifikat Tanah ke Warga

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu berharap kepada warga Gresik untuk berhati hati karena telah memegang sertifikat tanah ketika menggadaikannya ke bank. Pasalnya, jika tidak menghitung berdasarkan kemampuan serta jumlah dana yang pinjam di bank. Kuatirnya sertifikat tanah yang telah diserahkan bisa hilang karena tidak bisa membayar di bank.

“Kalau hitungannya antara yang dipinjam dan kemampuan membayar tidak masuk akal. Lebih baik jangan pinjam ke bank,” urainya.

Jokowi menambahkan, 3.200 sertifikat tanah yang dibagikan ke masyarakat Gresik. Lebih bijaknya supaya bisa digunakan untuk kepentingan modal asal sesuai kemampuan.

“Saya titip itu saja, sebab saya kerap kali menjumpai banyak masyarakat lupa saat pinjam moda ke bank tapi tidak kuat membayarnya,” tambahnya.

Melalui program PTSL lanjut Jokowi, pemerintah menargetkan program sertifikat tanah rampung pada tahun 2025. Dengan target itu, pemerintah terus menggenjot peningkatan sertifikasi tanah setiap tahunnya.




Berita Lainnya

Kabar Duka, Arswendo Atmowiloto Meninggal Dunia

19/07/2019 20:20 - Fani Fadillah
Kemukakan Pendapat


BOLA