Monday, 16 Sep 2019
Temukan Kami di :
Investasi

DKI Terima Laba "Rp100,48 T" Dari "Saham Bir", Jadi Terbesar Dalam Sejarah

Anas Baidowi - 20/06/2019 14:45

Beritacenter.COM - Pemprov DKI Jakarta tahun 2019 menerima dividen atau laba sebesar Rp 100,48 miliar dari kepemilikan saham bir di PT Delta Djakarta. Pendapatan itu lebih besar dua kali lipat dari usulan Pemprov DKI saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BP BUMD DKI Jakarta Riyadi.

Riyadi menjelaskan, pada saat rapat, Pemprov DKI mengusulkan dividen per lembar saham Rp 240,12 atau maksimal Rp 260 per lembar saham.

"Faktanya yang disetujui dan diputuskan RUPS adalah dividen per lembar saham Rp 478. Tentunya DKI Jakarta menghargai dan mematuhi keputusan RUPS," ujar Riyadi, Kamis, 20 Juni 2019.

Dengan penetapan dividen dua kali lipat lebih besar daripada usulan, maka Pemprov DKI mendapat laba berlipat hingga Rp 100,4 miliar.

Ini laba terbesar didapatkan Pemprov DKI selama memiliki saham bir di PT Delta. Pada tahun 2018, laba yang diterima Pemprov DKI dari perusahaan bir itu hanya Rp 54,6 miliar.

Pada saat ini Pemprov DKI memiliki saham sebanyak 210.200.700 lembar. Angka itu setara dengan 26,25 persen kepemilikan saham di produsen bir Anker itu. Setiap tahun, PT Delta rajin membagikan dividen kepada Pemprov DKI yang nilainya terus naik.

Meskipun nilai dividen saham bir terus menanjak, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana untuk menjual saham Pemprov DKI di perusahaan itu. Salah satu alasan Anies ngotot menjualnya, karena ingin membangun Jakarta dengan “dana halal.” Dia juga merasa dividen yang diberikan PT Delta masih kalah jauh dari APBD DKI.

Anies Baswedan memperkirakan saat saham bir milik Pemprov DKI di PT Delta dijual, maka besarannya dapat mencapai Rp 1,2 triliun. Uang sebesar itu, menurut Anies, lebih baik digunakan untuk pembangunan infrastruktur seperti salah satunya akses pipa air bersih untuk masyarakat. "Saya rasa Jakarta lebih butuh air bersih bukan air beralkohol. Itu kebutuhan Jakarta hari ini," kata Anies pada Maret 2019.




Berita Lainnya

Alasan BI Sulit Mencegah Dana Asing Yang Kabur

06/09/2019 23:11 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA