Saturday, 20 Jul 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Kronologi Pembunuhan Karyawati Bank di Tapteng, dari Pertengkaran Hingga Pinjam Uang

Aisyah Isyana - 20/06/2019 01:11

Beritacenter.COM - Setelah diringkus personel Satreskrim Polres Tapanuli Tengah (Tapteng), Dimas Perisetiawan (20), pelaku pembunuh karyawati Bank Syariah Mandiri, Sati Devi Malau (25), menceritakan kronologi pembunuhan yang dilakukannya.

Dimas mengaku, peristiwa itu bermula dari pertengkarannya dengan sang istri, Nurmayanti Nasution (18). "Malam itu saya berantem dengan istri saya. Istri saya datang ke warnet marah-marah menyuruh saya pulang," jelas Dimas saat konferensi pers bersama awak media di Mapolres Tapteng, Sumut, Rabu (19/6/2019).

"Setibanya di rumah kosan, istri saya masih tetap marah-marah dan membawa gunting, sehingga timbul niat saya untuk mengikat istri saya dengan tali nilon. Saya pun mengambil tali nilon dari jemuran yang ada di depan kos," sambungnya.

Baca juga :

Usai mengambil tali, Dimas kembali masuk ke kosan dan mendapati sang istri sudah tak berada di kamar. Dia pun kemudian pergi ke kamar korban yang jaraknya hanya berselang satu kamar. Setelah mengetuk pintu kamar korban, Dimas menyampaikan niatnya untuk meminjam uang Rp200.00, dengan alasan untuk ongkos ke Medan.

"Korban menjawab bahwa dia tidak punya uang Rp 200.000, yang ada hanya Rp 22.000. Korban pun sempat menawarkan agar dia mengambil uang dulu ke ATM," ucap Dimas.

Kebaikan Santi yang belakangan memang diketahui hanya memegang uang Rp22 ribu, malah tak dipercayai oleh Dimas yang menaruh curiga. "Saya curiga dia mau lari karena tidak mungkin seorang pegawai bank tidak punya uang Rp 200.000 di kantung," akunya.

Dimas yang sudah gelap mata seketika mencekik korban yang baru saja hendak berniat pergi ke ATM. Dimas kemudian menyeret korban ke kamar mandi dan membenturkan kepala korban ke dinding kamar mandi dan kloset. Mendapati korban masih hidup, Dimas langsung menjerat leher korban dengan tali nilon yang sebelumnya hendak dipakai mengikat istrinya.

"Korban belum meninggal walaupun sudah saya jerat lehernya. Saya semakin kalut, akhirnya saya bekap mulutnya dengan kain sampai dia meninggal. Sesudah itu baru saya lari," ucap Dimas.

Setelaj membunuh Santi, Dimas langsung membawa istrinya pergi ke Sibolga untuk menjual handphone iPhone 6 milik koran seharga Rp400 ribu. Uang hasil penjualan handphone digunakan Dimas untuk pergi kabur ke Medan bersama sang istri.

Penangkapan terhadap Dimas dan Istrinya dilakukan tim Satreskrim Polres Tapteng di Marelan, Medan, Selasa (18/6) sekitar pukul 17.30 Wib. Mereka tiba di Mapolres Tapteng, Rabu (19/6) sekitar pukul 08.00 Wib.

Tak hanya Dimas dan istrinya, polisi juga meringkus dua penadah handphone iphone 6 milik korban, yakni IKC dan SS, warga Sibolga Julu, Kota Sibolga, Sumut. Sejauh ini, polisi masih terus mendalami keterlibatan istri Dimas, Nurmayanti, dalam kasus tersebut. Pasalnya, dia dapat terancam hukuman berat jika terbukti terlibat atau mengetahui pembunuhan tersebut.




Berita Lainnya

Jadi Kurir Sabu "Tukang Kayu" Dicokok Polisi

19/07/2019 15:09 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA