Saturday, 20 Jul 2019
Temukan Kami di :
Bisnis

Ekonomi Asia Paling Terpukul Usai Presiden AS Tingkatkan Perang Tarif Dagang

Indah Pratiwi - 19/06/2019 09:20

Beritacenter.COM - Perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China yang memperlambat volume perdagangan global lebih jauh, terutama perekonomian negara-negara yang bergantung pada ekspor seperti Jepang, Korea Selatan dan Taiwan.

Kepala Ekonom Asia Pasifik di Moody's Analytics yakni Steve Cochrane menjelaskan, ekonomi Asia seperti Jepang, Korea Selatan dan Taiwan "sangat terpapar" terhadap kondisi ekonomi Tiongkok.

“Mereka sangat bergantung pada hubungan perdagangan dengan China, dan sangat terikat dengan permintaan domestik di Tiongkok dan dalam hal rantai pasokan yang lebih luas. Jadi mereka sangat, sangat terbuka untuk merasakan dampak (perang dagang)," kata Cochrane kepada CNBC seperti dilansir.

Kabarnya, China dan AS sebagai dua ekonomi terbesar di dunia telah terlibat dalam pertarungan tarif yang dimulai lebih dari setahun yang lalu. Tensi ketegangan antara kedua negara meluas melampaui perdagangan hingga menyentug bidang-bidang seperti teknologi dan keamanan.

Pernyataan keamanan nasional AS, Washington menyalahkan Huawei pada daftar hitam yang dinilai sebagai sebuah langkah untuk membatasi perusahaan-perusahaan Amerika melakukan bisnis dengan pembuat peralatan telekomunikasi asal China.

Akibatnya perang dagang AS-China, saham-saham di Jepang, Korea Selatan dan Taiwan telah menjadi salah satu yang mengalami tekanan terbesar di Asia.

Tekanan itu imbas dari pernyataan Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya mengindikasikan dia akan memutuskan apakah akan mengenakan tarif tambahan pada barang-barang asal China setelah peristiwa itu.

Pernyataan itu membuat investor asing menjauh dari saham-saham di Jepang, Korea Selatan dan Taiwan. Data dari bursa saham utama di tiga pasar menunjukkan bahwa investor asing telah melakukan aksi jual sejak Mei.

"Ke depannya saya kira, dua hingga tiga bulan, pada dasarnya akan ada hasil biner. Jika kita melihat resolusi positif terhadap perang perdagangan, saya pikir Anda akan melihat pasar-pasar itu melambung cukup tinggi dalam periode waktu yang cukup singkat. Namun, jika kebalikannya terjadi, tiga pasar Asia utama mungkin harus dihindari," ujar John Woods, selaku kepala investasi Asia Pasifik di Credit Suisse kepada CNBC Jumat lalu.




Berita Lainnya

Ini Dia Ojek Online Yang Kuasai Indonesia

16/07/2019 12:37 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA