Thursday, 12 Dec 2019
Temukan Kami di :
News

Protes Keras Artikelnya Dikutip, Profesor Australia: Saya Tak Pernah Bilang Jokowi Otoriter

Artikel yang saya tulis membahas soal kesulitan politik yang dihadapi Jokowi pada tahun 2017. Saya tidak pernah mengatakan Jokowi otoriter seperti klaim tim hukum Prabowo. Saya juga tidak pernah sebutkan ada kecurangan dalam pemilu

Aisyah Isyana - 16/06/2019 07:15

Beritacenter.COM - Protes terhadap tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait gugatan sengketa Pilpres, kembali berdatangan. Kali ini, Guru Besar Hukum University of Melbourne, Australia, Tim Lindsey, menyuarakan keberatannya.

Lindsey memprotes tim hukum Prabowo lantaran mengutip artikelnya dalam berkas gugatan sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Dia menegaskan jika dirinya tak pernah menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) otoriter.

Baca juga :

"Artikel yang saya tulis membahas soal kesulitan politik yang dihadapi Jokowi pada tahun 2017. Saya tidak pernah mengatakan Jokowi otoriter seperti klaim tim hukum Prabowo. Saya juga tidak pernah sebutkan ada kecurangan dalam pemilu," kata Tim Lindsey, Sabtu (15/6).

Menurutnya, tim hukum Prabowo-Sandi telah menggunakan artikelnya di luar konteks, hingga tak dapat menjadi referensi bagi argumen mereka di sidang sengketa Pilpres. Linsey juga menyinggung kubu Prabowo yang disebutnya tak pernah meminta izin untuk menggunakan artikel yang ditulisnya pada tahun 2017 tersebut.

"Mereka tidak pernah membicarakannya dengan saya dan tidak pernah meminta izin menggunakan artikel saya. Saya tidak ada urusannya dengan kasus yang dihadapi Prabowo," ujarnya.

Adapun protes keras yang dilayangkan Tim Lindsey terhadap tim hukum Prabowo-Sandiaga, sebagaimana dilansir detik, Sabtu (15/6), yakni sebagai berikut:

My article was NOT written about these elections. It was written in 2017.

Prabowo's legal team included a quote from my article in their petition that was (1) clearly taken out of context, (2) contained emphasis (bolding, underlining etc) that was NOT in the original, and (3) does NOT support the argument they say it supports.

In my article, I was simply discussing the political predicament Jokowi was facing in 2017. I did NOT say in the article that Jokowi was authoritarian, as Prabowo's legal team claim, and I did NOT say there would be fraud in the elections.

Prabowo's legal team did NOT discuss their use of my article with me, and they did NOT seek my agreement or approval. I had nothing to do with the preparation of Prabowo's case.

Jokowi's legal team have reviewed my article. They announced publicly through Arsul Sani, a member of Jokowi's team, that the article does not say the things Prabowo's team claim that it says. They agree that I have been misquoted/misrepresented by Prabowo's Legal Team.

Best wishes,
Tim Lindsey




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA