Monday, 17 Feb 2020
Temukan Kami di :
News

Tolak Lindungi Kivlan, Wiranto: Saya Tegaskan Proses Hukum Berlanjut, Biar Saja!

Saya belum baca ya. Belum tahu, (suratnya) belum sampai ke saya. Tapi kembali tadi bahwa kemarin sudah saya tegaskan bahwa biar lah proses hukum itu berlanjut, biar saja

Aisyah Isyana - 13/06/2019 17:20

Beritacenter.COM - Menko Polhukan Wiranto mengaku belum membaca ataupun menerima surat permintaan perlindungan hukum dari Kivlan Zen. Kendati begitu, Wiranto sendiri memastikan jika dirinya akan menolak hal itu agar proses hukum terus berlanjut.

"Saya belum baca ya. Belum tahu, (suratnya) belum sampai ke saya. Tapi kembali tadi bahwa kemarin sudah saya tegaskan bahwa biar lah proses hukum itu berlanjut, biar saja," ujarnya di Gedung Kemenko Polhukam, Jl Merdeka Barat, Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2019).

"Jadi kita kan sudah sepakat bahwa kita akan melakukan tindakan tegas, lugas, tanpa pandang bulu untuk siapapun yang kita anggap kita duga melakukan pelanggaran hukum pada tingkat apapun, jenis apapun. Maka silakan kepolisian melanjutkan proses penyelidikan, penyidikan sampai tuntas," sambungnya.

Sejauh ini, dalang dibalik rusuh aksi 21-22 Mei memang belum ditetapkan. Kendati begitu, Wiranto memastikan jika pemerintah bekerjasama dengan instansi terkait akan terus mengusut dan memburu siapa aktor dibalik rusuh aksi tersebut.

"Karena ini masih panjang, makanya tuntutan kepada saya untuk mengumumkan dalang kerusuhan terlalu prematur ya. Saya waktu itu berjanji untuk satu demi satu menyebut siapa berbuat apa aktor-aktornya. Jadi jangan sampai disalahtafsirkan bahwa langsung dalang kerusuhan dalam 1-2 hari bisa diungkapkan, tidak bisa," katanya.

Untuk itu, Wiranto meminta agar semua pihak dapat bersabar dan menunggu proses hukum hingga selesai dan tidak memunculkan intervensi yang dapat menyesatkan.

"Masyarakat saya harap bersabar, biarkan proses hukum berjalan. Hormati proses hukum yang sedang berjalan sekarang sampai tuntas nanti. Nggak usah diintervensi. Hukum itu suatu kegiatan yang mempunyai satu independensi, punya wilayah sendiri yang dilindungi undang-undang dan peraturan yang berlaku. Kita boleh mendengarkan, mengomentari, tapi tidak boleh mengintervensi," jelas Wiranto.

Untuk diketahui, Kivlaz Zen sebelumnya disebut menyurati Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu hingga Menko Polhukam Wiranto. Kivlan menyurati Ryamizard hingga Wiranto untuk meminta perlindungan hukum dan jaminan penangguhan.

"Ke Menhan, ke Pak Wiranto, ke Pangkostrad, ke Danjen Kopassus, ke Kaskostrad minta perlindungan hukum dan jaminan penangguhan," kata pengacara Kivlan, Tonin T Singarimbun, Rabu (12/6/2019).




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA