Friday, 04 Dec 2020
Temukan Kami di :
Nasional

Ini Alasan Kapolri Tolak Pembentukan TGPF Kerusuhan 21-22 Mei

Lukman Salasi - 13/06/2019 15:02

BeritaCenter.COM – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menolak desakan agar lembaganya membentuk tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk kerusuhan 21-21 Mei 2019.

Alasannya, karena Polri telah membentuk tim yang dipimpin Irwasum untuk menelusuri ada-tidaknya pelanggaran HAM dalam penanganan kerusuhan saat itu. Tim yang dibentuknya itu, menurut Kapolri bisa menembus batas-batas antar institutsi.

"Pertama, tim yang sudah ada sekarang dari investigasi Polri itu dipimpin langsung oleh orang ketiga di Polri. Ini penting karena unsur internal ini bisa menembus batas-batas dalam institusi sendiri," kata Tito, Kamis (13/6/2019).

Sadar tim internal yang dipimpin Irwasum itu dinilai miliki kelemahan karena dugaan terjadinya konflik kepentingan, Kapolri mengatakan akan berkomunikasi dan bekerja sama dengan Komnas HAM.

"Mungkin kelemahannya dianggap protektif. Oleh karena itu, kami membuka komunikasi dengan Komnas HAM juga silakan untuk melakukan. Untuk apa ada TGPF kalau seandainya kalau Komnas HAM adalah otoritas resmi yang dibentuk oleh UU dan bukan posisinya di bawah presiden, apalagi di bawah Polri," tutur Tito.

Kapolri menegaskan bahwa pembentukan TGPF juga memiliki kelemahan. TGPF bisa saja mengalami kesulitan untuk menembus berbagai institusi terkait. Sedangkan tim yang dipimpin Irwasum atas kerja sama dengan Komnas HAM dianggapnya bisa lebih mudah membuka ruang kepada outsider.

"Kita percayakan kepada Komnas Ham dan tim investigasi untuk bisa menembus ke dalam institusi sendiri. Karena TGPF untuk menembus sangat sulit untuk meminta outsider. Tapi insider lebih mudah menembus. Tapi membuka ruang kepada outsider yang merupakan otoritas resmi," ujar Tito.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA