Wednesday, 26 Jun 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Sering Teriak "PKI Bangkit" Ternyata Otak Kivlan Zen Seperti "PKI"

Indah Pratiwi Budi - 13/06/2019 11:23

FOKUS : Makar

Beritacenter.COM - Kepolisian menetapkan Mayor Jenderal TNI Purnawirawan Kivlan Zen sebagai tersangka dalam kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal dan pembunuhan berencana terhadap lima tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei. Menurut polisi, peran Kivlan terungkap dari keterangan para saksi, pelaku dan sejumlah barang bukti.

Tindakan Kivlan mirip Partai Komunis Indonesia (PKI) pada 1965 lalu. Sebab Kivlan memerintahkan eksekutor menembak lima tokoh seperti PKI yang dahulu merencanakan pembunuhan para Jenderal.

Berdasarkan keterangan saksi, peran Kivlan sangat mencolok dalam perencanaan pembunuhan 5 tokoh yakni dari memesan senjata api, memberikan target pembunuhan dan memberikan uang operasional dimana kepolisian memiliki bukti lengkap termasuk foto pertemuan Kivlan Zen dengan para tersangka lain di tempat dan waktu sesuai kronologi di BAP.

Sebelumnya, Kivlan sibuk berteriak jika pengikut PKI di Indonesia saat ini mencapai 60 juta orang. “Dari informasi, ada 15 juta pengikut dan simpatisan PKI. Kalau dengan anak cucunya bisa 60 juta orang,” ujar Kivlan saat dihubungi, Selasa, 18 September 2017.

Kivlan tak merinci dari mana informasi tersebut didapatkan. Namun ia menegaskan bahwa hal itu telah menjadi bukti kebangkitan PKI di Indonesia. Mantan Kepala Staf Kostrad ABRI ini pun meyakinkan bahwa kini PKI memang tengah mengumpulkan massa pelan-pelan.

“Motifnya ingin berkuasa. Ingin mengubah menjadi negara komunis, menjadi negara diktator, melarang adanya demokrasi dan tidak ada Tuhan,” kata Kivlan.

Menurut Kivlan, saat ini ada fenomena bahwa ada orang yang mengaku mencintai Pancasila namun juga mengakui dirinya sebagai PKI dan memiliki Tuhan. “Itu adalah kebohongan. PKI tidak mengaku adanya Tuhan dan Pancasila.”

Atas itu, ia mengingatkan agar pemerintah harus bertindak tegas dan memastikan bahwa TAP MPRS Nomor 25 tahun 1996 tentang pembubaran PKI tidak akan dicabut.

Sebab, cuma dengan itu, paham komunisme tidak akan berkembang luas di Indonesia. “Pemerintah harus punya ketegasan,” ujarnya.

Diketahui, Kivlan Zen merupakan purnawirawan TNI yang pernah tersandung kasus makar. Kepolisian sempat menahan Kivlan atas rencana makar bersama sejumlah tokoh dalam aksi Bela Islam yang diselenggarakan sejumlah organisasi masyarakat Islam. Selain itu, dalam aksi pembubaran kegiatan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta untuk para korban kekerasan pada tahun 1965, Kivlan disebut terlibat.

Ini diakui oleh salah satu kelompok Masyarakat Antikomunis, yang terlibat kericuhan dengan polisi pada Minggu malam, 17 September 2017 di kantor LBH.

“Jadi pada saat chaos (Minggu malam, 17 September) itu Bang Kivlan tidak ada di lokasi. Untuk demo hari pertama (Sabtu), iya. Beliau ada, memantau langsung,” kata Koordinator Aksi Masyarakat Antikomunis Rahmat Himran




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA