Wednesday, 26 Jun 2019
Temukan Kami di :
Kriminal

Ancam Presiden Jokowi di WhatsApp, Pemuda di Depok Diciduk Polisi

Dewi Sari - 13/06/2019 08:40

Beritacenter.COM - Bareskrim Mabes Polri menangkap pemuda berinisial YY (29) karena diduga telah melakukan tindak pidana mengancam Presiden Joko Widodo. Selain ancam Jokowi, YY juga berencana akan meledakan Asrama Brimob Polri Kelapa Dua.

"Telah ditangkap YY, tersangka yang melakukan pengancaman melalui pesan WhatsApp," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo, melalui pesan singkat di Jakarta, Rabu (12/6).

Pelaku YY hanya bisa pasrah saat petugas mengamankannya di Depok, Jawa Barat pada Selasa, 11 Juni 2019. Tersangka YY ditangkap setelah polisi mendapatkan informasi bahwa tersangka mengirimkan pesan dalam sebuah grup WhatsApp yang bernama "Silaturahmi" pada 9 Juni 2019 yang berisi "tgl 29 jokowi harus MATI".

Selain itu, YY juga menuliskan "Tunggu di berita akan ada ledakan dalam wktu dekat ini di asrama brimob kelapa dua sebelum tgl 29". Grup WhatsApp "Silaturahmi" merupakan komunitas pendukung salah satu pasangan calon presiden dalam Pemilu 2019 yang beranggotakan 192 orang dan tersangka YY merupakan salah satu admin grup tersebut.

Kepada penyidik, tersangka YY mengaku termotivasi untuk menuliskan kalimat tersebut karena ingin mencari nama, pamor, dan ingin dikenal sebagai pendukung militan dari salah satu paslon capres 2019. Dari tangan tersangka, polisi menyita satu unit HP merk Oppo A57 warna hitam, dan satu unit kartu SIM yang digunakan oleh tersangka.

Pelaku dijerat dengan Pasal 29 Jo Pasal 45 B UU Nomor 19 tahun 2016 Tentang Perubahan atas UU Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara dan/atau denda paling bayak 750.000.000 dan atau Pasal 6 atau pasal 12 A atau Pasal 14 UU Nomor 5 tahun 2018 Tentang Perubahan atas UU Nomor 15 tahun 2003 Tentang Penetapan Perpu Nomor 1 tahun 2002 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme menjadi UU dengan ancaman hukuman paling singkat lima tahun penjara.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA