Wednesday, 26 Jun 2019
Temukan Kami di :
News

Masyarakat Lamongan dan MUI Tolak Aksi Kerusuhan Saat Sidang MK

Fani Fadillah - 12/06/2019 16:45 Ilustrasi

Beritacenter.COM - Rencana aksi demo berujung kerusuhan yang akan digelar saat sidang gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) mendapat penolakan dari masyarakat Lamongan khususnya para pendekar yang tergabung di IKSPI Kera Sakti Lamongan.

Baca juga:

Dengan tegas, mereka menolak segala bentuk tindak kekerasan dan kerusuhan. Para pendekar ini juga mendukung TNI Polri dalam menjaga stabilitas keamanan dan kesatuan NKRI.

"Kami menolak segala bentuk kekerasan dan kerusuhan dan mendukung TNI Polri dalam menjaga keutuhan NKRI," ujar para pendekar, Rabu (12/6/2019).

Sementara MUI Lamongan meminta masyarakat mempercayakan proses sengketa pilpres kepada MK atas diajukannya gugatan Capres dan Cawapres Prabowo dan Sandiaga Uno. Tak hanya itu, pendekar di Lamongan juga berharap tidak ada kericuhan saat digelar sidang MK yang berlangsung mulai tanggal 14 Juni 2019.

Ketua MUI Lamongan, KH Abdul Aziz Khoiri mengatakan, jika dirasa ada kecurangan yang dialami oleh peserta pemilu maka harus diselesaikan dengan cara sesuai mekanisme. Menurut Aziz, semua pihak diharapkan untuk mengikuti aturan main dan mempercayakan pada institusi yang diberi kewenangan yaitu MK.

"Jangan sampai menggunakan cara yang tidak sesuai dengan aturan yang disepakati bersama. Mari kita ikuti proses hukum yang ada yaitu Institusi yang sudah diberi kewenangan untuk memutus sengketa Pemilu yaitu Mahkamah Konstitusi," ujarnya kepada wartawan.

MUI Lamongan, lanjut Aziz, dengan tegas menolak segala bentuk kerusuhan karena kerusuhan adalah musuh masyarakat dan kedamaian adalah kebutuhan kita bersama. "Jaga persatuan, hindari perpecahan sesama anak bangsa dan kami dengan tegas menolak aksi kerusuhan dan semacamnya," pinta Aziz.

MK bakal menggelar proses persidangan gugatan pada 14 Juni 2019 dan diputus pada 28 Juni 2019.

Kiai Aziz beranggapan, MK pasti bersikap profesional dengan tak memihak pada salah satu kubu. Aziz meminta agar tidak ada aksi demonstrasi yang bersifat kerusuhan selama sidang MK berlangsung.

"Saya yakin dan percaya, mereka yang duduk di Mahkamah Konstitusi adalah orang orang profesional jadi tak perlu lagi kita turun ke jalan apalagi yang bersifat anarkis. Kita sudah sangat dewasa, sudah seharusnya kita menerima keputusan bersama dengan lapang dada," katanya.

Ajakan MUI Lamongan untuk menjaga perdamaian yang sudah tercipta ini juga diamini oleh masyarakat Lamongan. Sejumlah elemen masyarakat Lamongan mengungkapkan bahwa masyarakat Lamongan cinta perdamaian dan ingin hidup rukun. Elemen masyarakat Lamongan juga menolak segala bentuk unjukrasa yang berujung kerusuhan.

"Kami masyarakat Lamongan cinta damai dan hidup rukun, kami menolak segala bentuk kerusuhan. Kami juga mendukung TNI Polri untuk menjaga ketertiban dan keamanan di masyarakat," kata Emi, salah seorang ibu di Lamongan bersama belasan ibu-ibu lainnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA