Monday, 16 Sep 2019
Temukan Kami di :
Politik

Ma'ruf Amin Sebut Demokrat dan PAN Berpeluang Gabung Koalisi

Dewi Sari - 12/06/2019 14:50

Beritacenter.COM - Calon wakil Presiden nomor urut 01 Ma'ruf Amin menyebutkan bahwa Partai yang berbeda haluan bisa saja bergabung dengan koalisi Jokowi - Ma'ruf Amin. Salah satunya adalah Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional (PAN).

"Kalau (mereka) bergabung itu mungkin, tapi kalau soal kabinet tetap urusan Pak Jokowi," ujar Ma'ruf Amin sambil tersenyum saat ditemui di kantor MUI, Jakarta pada Selasa, 11 Juni 2019.

Ma'ruf Amin mengatakan berencana akan membuat kabinet rekonsilasi. "Tapi kita (upayakan) rekonsiliasi dulu. Bicara kabinet setelah itu."

Baca Juga : TKN Sebut Demokrat Terlalu Banyak Atraksi Politik

Ditempat terpisah, Direktur Program Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf, Aria Bima juga menyebut kubu pasangan calon 01 Jokowi-Ma'ruf Amin berencana membentuk kabinet rekonsiliasi, jika nanti ditetapkan sebagai pemenang pemilihan presiden 2019.

"Menjadi kabinet rekonsiliatif itu perlu, karena kondisinya sekarang butuh kedamaian, keteduhan," ujar Aria Bima saat ditemui di Posko Cemara, Jakarta pada Senin, 11 Juni 2019.

Aria menuturkan koalisi Jokowi tidak terfokus pada kesembilan partai yang sudah bergabung saja.

"Untuk koalisi, terhadap siapapun masih terbuka. Entah itu PAN, Demokrat, atau Gerindra masih sangat mempunyai peluang yang sama untuk berkoalisi dengan koalisi Jokowi-Ma'ruf," ujar Aria.

Manuver-manuver politik pasca-penetepan hasil pemilu 2019 memang kencang. Ketua Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah dua kali bertemu Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Sementara itu, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan juga tampak mesra dalam berbagai pertemuan. Namun begitu, Aria menilai terlalu jauh jika pertemuan-pertemuan itu langsung ditafsirkan kepada arah koalisi.

"Pertemuan-pertemuan itu masih sebatas silahturahmi politik. Jangan terus kemudian dikalkulasi secara politik seolah-olah akan terjadi koalisi. Ini yang saya keberatan," ujar Aria.




Berita Lainnya

Politisi Muda Ini Tolak Keras Revisi UU KPK

09/09/2019 10:35 - Sari Intan Putri
Kemukakan Pendapat


BOLA