Wednesday, 26 Jun 2019
Temukan Kami di :
Politik

Tokoh Nahdlatul Ulama : Menolak Hasil Keputusan KPU Hukumnya Haram "Bughot"

Menolak keputusan KPU hukumnya haram (bughot), yaitu sama halnya dengan memberontak. Dalam ilmu fiqih Nahdlatul Ulama (NU), tindakan "bughot" hukumnya haram atau dilarang keras.

Sari Intan Putri - 12/06/2019 11:26

Beritacenter.COM - Sejatinya, keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) wajib diterima baik oleh yang kalah maupun yang menang dalam kontestasi Pemilu 2019.

Menolak keputusan KPU hukumnya haram (bughot), yaitu sama halnya dengan memberontak. Dalam ilmu fiqih Nahdlatul Ulama (NU), tindakan "bughot" hukumnya haram atau dilarang keras.

"Terlepas ada perasaan tidak puas, kecewa dan lain-lain, menurut fiqih Aswaja, pengadilan satu-satunya jalan yang disyariatkan oleh Islam. Di luar pengadilan tidak ada keadilan. Laa yuqomul a'dalatu Illa bilmahkamati," kata Mbah Moen.

Lebih lanjut Mbah Moen menyebut jika ada yang menginginkan keadilan di luar pengadilan, mereka termasuk golongan khawarij. Yaitu, golongan yang sejak zaman sahabat menjadi virus yang gerogoti umat islam.

"Saat ini golongan khowarij ditengarai merencanakan pemberontakan di Indonesia dengan memanfaatkan pilpres sebagai pintu masuk melumpuhkan urat nadi umat Islam Indonesia," katanya.

Mbah Moen mengimbau kepada warga NU agar waspada.

"Jangan sampai termakan oleh propaganda mereka yang nyata-nyata bertentangan dengan akidah Ahlusunah waljamaah," tutur Mbah Mun.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA