Wednesday, 26 Jun 2019
Temukan Kami di :
Ekonomi

Pemerintah Berencana Akan Turunkan Tarif Ojek Online

Indah Pratiwi - 12/06/2019 00:10

Beritacenter.COM - Kementerian Perhubungan akan merevisi yakni Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2019 Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat, terutama terkait tarif minimum jarak pendek (flag fall) meskipun belum berlaku secara nasional.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi menyebutkan tarif minimum jarak pendek itu yang dinilai terlalu mahal rupanya banyak mendapat keluhan terbanyak terutama dari konsumen pengguna jasa transportasi ojek online di wilayah Jabodetabek.

"Sementara yang dikeluhkan itu (flag fall)," kata Budi, Selasa(11/6/2019).

Nantinya, jasa minimal yang harus dibayarkan hingga empat kilometer perjalanan, yaitu Rp 8.000 - Rp 10.000 untuk wilayah Jabodetabek. Biaya jasa minimal artinya perjalanan nol hingga empat kilometer diberlakukan tarif yang sama, yaitu Rp 8.000 - Rp 10.000, artinya tarifnya flat hingga empat kilometer.

"Nah ini mungkin coba kita turunkan khususnya di Jabodetabek, itu kan Rp 7.000 sampai Rp 10.000, bisa juga Rp 6.000 - Rp 10.000," katanya.

Hasil dari Peraturan Menteri Nomor 12 Tahun 2019 Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang baru akan diujicoba di lima kota itu dihentikan terlebih dahulu dan dilanjutkan setelah revisi.

"Lebih baik revisi dulu, setelah itu kita berlakukan. Ini kan terjadi sebelum Lebaran dan sebelum puasa, ekonomi lagi lesu, mungkin masyarakat gunakan ojek turun juga, pengemudi bilang pesanan turun tapi pendapatan ada peningkatan," katanya.




Berita Lainnya

Peluang BI Turunkan Suku Bunga

18/06/2019 13:27 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA