Monday, 16 Sep 2019
Temukan Kami di :
Politik

Andi Arief "Sindir" Prabowo-Sandi Merasa Kuat Dan Hebat Tanpa SBY, Gak Tahunya "KEOK"

Indah Pratiwi Budi - 09/06/2019 09:00

Beritacenter.COM - Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengungkit kembali peristiwa pemilihan cawapres hingga gelaran deklarasi yang tak melibatkan partainya maupun sang ketua umum, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Pasangan 02 melakukan deklarasi capres-cawapres tanpa melibatkan partai Demokrat, SBY dan AHY namun begitu kalah malah menyalahkan.

Andi menyebut bahwa partainya dijadikan kambing hitam dalam kekalahan Prabowo-Sandi di Pilpres 2019.

“Pasangan 02 deklarasi capres-cawapres tanpa melibatkan Partai Demokrat, SBY dan AHY. Artinya, merasa kuat dan punya perhitungan sendiri untuk menang. Dalam kenyataannya kalah, terpuruk, malah menyalahkan Partai Demokrat, SBY, dan AHY. Ngambek pada kekuatan yang tidak dilibatkan,” tulis Andi Arief dalam akun Twitter-nya, Jumat (7/6).

Andi-pun merasa heran partainya, SBY hinga AHY disalahkan dalam kekalahan paslon nomor urut 02 itu. Padahal, menurut Andi, ketiganya tidak dilibatkan dalam deklarasi pada 9 Agustus 2018 hanya karena meminta Prabowo tak meminang Sandiaga sebagai cawapres.

Sejak awal, Partai Demokrat telah menolak digandengnya Sandiaga Uno sebagai cawapres karena satu dan lain hal termasuk hasil survey yang rendah. Namun Prabowo tak mengindahkan saran tersebut.

Pada deklarasi Prabowo-Sandiaga kala itu, hanya PAN-PD-Gerindra yang menyaksikan. Sedangkan Demokrat, yang menolak pencalonan Sandiaga, belum memutuskan sikap politiknya.

“Partai Demokrat, SBY, dan AHY ditinggal oleh deklarasi 02 hanya karena bilang, jika Pak Prabowo berpasangan dengan Sandi Uno, tidak memiliki peluang menang berdasar survei, dan menyarankan Pak Prabowo mencari cawapres lain agar kesempatan menang ada,” ujarnya.

Namun, kata Andi, partainya berbesar hati. Partai Demokrat, SBY, dan AHY tetap memilih bergabung bersama Koalisi Indonesia Adil Makmur. Tak hanya itu, Demokrat, SBY, dan AHY pun berupaya keras untuk mengantarkan Prabowo-Sandiaga menjadi Presiden-Wapres RI.

“Meski tidak yakin akan kemenangan 02, Partai Demokrat, SBY, dan AHY tetap berupaya mencari jalan yang benar agar 02 menang. Berkali-kali pertemuan mengusulkan sesuatu yang positif namun selalu ditolak oleh 02. Kawan yang baik adalah yang mengajarkan hal benar,” kata Andi.

Namun, pendapat Partai Demokrat kerap dipinggirkan. Usulan-usulan positif yang diberikan untuk membantu mendongkrak suara pada Pilpres 2019 selalu ditolak oleh rekan koalisi lainnya di Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga.

“Pelajaran buat semua yang akan ikut capres dan cawapres, agar memperhatikan survei sebagai alat bantu kemenangan. Punya uang banyak namun survei tidak berpeluang dalam level pilpres jangan memaksakan diri,” ungkapnya.

“Ada hal yang tidak pantas saya kemukakan soal mengapa Pak Prabowo memaksakan wakilnya Sandi Uno. Biarlah itu menjadi rahasia Partai Demokrat, SBY, dan AHY. Namun sejarah mencatat bahwa Partai Demokrat, SBY, dan AHY sudah menunjukkan jalan menang namun ditolak Pak Prabowo,” lanjut Andi.




Berita Lainnya

Politisi Muda Ini Tolak Keras Revisi UU KPK

09/09/2019 10:35 - Sari Intan Putri
Kemukakan Pendapat


BOLA