Monday, 17 Feb 2020
Temukan Kami di :
News

Menhan: Kalau Demo Tuh Pakai Mulut Bukan Batu

Fani Fadillah - 30/05/2019 18:27 Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu

Beritacenter.COM - Sebuah himbauan datang dari Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu pasca-kerusuhan aksi 22 Mei 2019 lalu. Ia meminta kepada masyarakat tak lagi membuat kerusuhan saat menggelar aksi.

"Saya imbau kepada masyarakat rakyat kita usahakan tidak terjadi seperti itu. Sekarang tidak ada 01, 02 karena itu teman-teman saya juga. Saya tidak benci sama teman saya, pilihan itu tergantung mau pilih mana, asal tidak ribut," kata Ryamizard di Kemenhan, Jakarta, Kamis (30/5/2019).

Mantan KSAD itu menyatakan bahwa Pemilu diselenggarakan agar tidak ada perpecahan karena demokrasi membebaskan setiap masyarakat memilih calon pemimpinnya.

"Untuk apa ribut-ribut, kita pecah karena politik, kita pecah karena pemilu. Kalau bangsa ini pecah untuk apa ada Pemilu. Kenapa? Karena (agar tidak ribut) dibikin Pemilu. Masak negara demokrasi mau bunuh-bunuhan," sambungnya.

"Saya berharap tidak ada lagi rusuh-rusuhan. Kasiahan rakyatnya jangan ada lagi lempar batu jangan ada lagi!," tegasnya.

Ryamizard mempersilahkan setiap warga negara menggelar aksi demonstrasi. Namun, ia meminta aksi itu dilakukan secara damai.

"Demo pakai mulut masa pakai batu. Itu anjing menggit dilempar batu baru, masak sama-sama orang. Apalagi ke polisi kasihan dilempar, dia petugas nggak tahu apa-apa, kepalanya sampai bocor," jelasnya.

Menhan berharap, dirinya tak turun dalam menyelesaikan sengketa Pemilu 2019. Pasalnya, bila institusi Kemenhan sampai turun tangan maka akan melibatkan TNI sebagai alat negara.

"Itu harapan saya, saya imbau sebagai Menhan jangan sampai turun. Kalau turun alat saya itu TNI, alat pertahanan negara. Kalau saya turun tidak ada lagi negoisasi saya selesaikan dengan sebaik-baiknya," tegasnya.

Ryamizard meminta semua pihak untuk mengisi Ramadan 1440 Hijriah itu dengan memeperbanyak amal ibadah dan doa. Menurut dia, doa di bulan suci pasti akan dikabulkan.

"Kalau bulan puasa melakukan yang nggak baik itu pasti itu perbuatan setan.

Setelah puasa harusnya begitu juga, sudah bersih masa berbuat kotor lagi," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA