Wednesday, 27 May 2020
Temukan Kami di :
News

Video Hina Jokowi Viral di Medsos, Jerry D Gray Dijerat Pasal Hate Speech

Aisyah Isyana - 28/05/2019 20:30

Beritacenter.COM - Video hinaan terhadap Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang belakangan viral di media sosial, membuat Jerry D Gray (59) harus berurusan dengan polisi. Jerry yang sudah diamankan polisi, dijerat pasal ujaran kebencian (hate speech).

"Yang bersangkutan kita kenakan Pasal 45 ayat 3 juncto Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang No 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang No 11 Tahun 2008 tentang ITE," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Polres Jakbar, Slipi, Jakarta Barat, Selasa (28/5/2019).

Baca juga :

"Kemudian juga Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan/atau Pasal 15 Undang-Undang No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Pemidanaan dan juga kita kenakan Pasal 27 KUHP. Yang bersangkutan ancaman (hukuman) 10 tahun," lanjut Argo.

Penangkapan terhadap Jerry dilakukan polisi usai videonya viral di media sosial. Jerry yang diamankan polisi lantaran dinilai telah menyebarkan ujaran kebencian dengan menuding pemerintahan Jokowi disusupi komunis.

Polisi membekuk Jerry dikediamannya, di kawasan Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, pada pagi tadi. Jerry disebut telah menyebarkan ujaran kebencian lantaran terprovokasi hoax soal Brimob China.

"Jadi, setelah saya interogasi, yang bersangkutan itu melihat di video yang viral, juga di ada Polwan Brimob ya yang menggunakan pakaian resmi, pakaian dinas tapi wajahnya mirip dari China, dia merasa... jadi dia tak terima Indonesia mau dijajah sehingga dia melakukan hal seperti itu," lanjut Argo.

Sementara itu, Kapolres Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi menyebut penangakapan terhadap Jerry dilakukan usai pihaknya melakukan patroli siber didunia maya. "Dari Polres Metro Jakarta Barat memang intens melaksanakan patroli siber," kata Kombes Hengki.

Pihak kepolisian, jelas Hengki, sudah beberapa kali membekuk para pelaku penebar hoax dan ujaran kebencian di medsos. Terlebih, banyaknya berita hoax dan ujaran kebencian yang beredar di media sosial yang rentan membuat orang lain turut terprovokasi.

"Seperti pilot yang akan jihad pada tanggal 22 Mei, kemudian kemarin ojol. Kemudian yang terakhir ini Jerry," lanjut Hengki.

"Yang perlu dipahami bahwa ini disampaikan pada tanggal 22 Mei dan direkam pada pukul 13.00 WIB, di mana yang bersangkutan sedang melakukan unjuk rasa. Kemudian yang bersangkutan melakukan penyebaran informasi ini dan ini bisa memotivasi rekan-rekan yang lain untuk melakukan tindakan yang lebih keras lagi," tandas Hengki.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA