Friday, 20 Sep 2019
Temukan Kami di :
Politik

PSI Dukung Polri Ungkap "Biang Kerok" Kerusuhan Demo 21-22 Mei

Fani Fadillah - 28/05/2019 17:30

Beritacenter.COM - Menyikapi kerusuhan yang terjadi pada tanggal 21-22 Mei lalu yang berbarengan dengan aksi damai di kantor Bawaslu, Jakarta Pusat, PSI menilai tindakan perusuh dalam aksi tersebut telah merusak tatanan demokrasi dan berbahaya bagi bangsa.

Baca juga:

"Proses Pemilu yang demokratis itu coba digagalkan lewat berbagai cara, termasuk dengan upaya menciptakan kerusuhan pada 22 Mei lalu yang oleh aparat kepolisian dan diberitakan media massa sebagai sebuah percobaan makar," kata Sekjen PSI Raja Juli Antoni di DPP PSI, Jl Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Selasa (28/5).

Dia melihat ada usaha untuk merusak tatanan demokrasi dan upaya sistematis dilakukan para politisi yang tak bisa menerima kekalahan dan berupaya mendelegitimasi institusi-institusi demokrasi seperti KPU dan Bawaslu dengan menyebarkan berita bohong tentang kecurangan pemilu.

Padahal, faktanya pemilu 2019 berlangsung aman dan demokratis. Antoni menyebut, hal itu terlihat dengan datangnya berbagai para pemimpin dunia yang mengucapkan atas terpilihnya Joko Widodo sebagai presiden dengan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Pemilu 2019 juga dipantau puluhan lembaga independen, dari dalam dan luar negeri.

"Saya kira dapat diduga dengan serius bahwa apa yang terjadi pada tanggal 21 dan 22 terkait secara langsung atau tidak langsung dengan provokasi yang dilakukan oleh Pak Prabowo dan Pak Sandi beserta orang-orang di sekelilingnya," jelasnya.

Menurutnya, tindakan para perusuh tersebut sangat berbahaya dan mengancam demokrasi. Mulai dari fitnah bertubi-tubi soal kecurangan pemilu, penyebaran hoaks, upaya menyulut kerusuhan sosial serta persekongkolan sejumlah purnawirawan untuk mengulang tragedi Mei 98 adalah bagian bagian terpisah dari puzzle skenario besar menggagalkan hasil pemilu yang sah.

"Atas dasar itu PSI mendukung upaya Polri mengusut tuntas siapa dalang dibalik kerusuhan 22 mei. Kami mendesak agar semua pihak termasuk mastermind di balik kerusuhan ditangkap, di adili, dan dihukum seberat-beratnya," tegasnya.

Antoni mengatakan, penuntasan kasus kerusuhan 21-22 Mei akan menjadi modal penting untuk mempertahankan demokrasi dari kelompok kelompok yang hendak menghancurkan demokrasi yang telah dibangun dengan susah payah.

"Kami sebagai partai yang lahir dari rahim reformasi berjanji terus mengawal dan memasukkan bahwa demokrasi akan terus berjalan di negeri ini dan upaya menyelamatkan demokrasi hari ini adalah dengan cara mengusut tuntas kerusuhan 22 Mei," tandas Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf itu.




Berita Lainnya

Sah Revisi UU KPK, Istana: Ini Sudah Final

17/09/2019 15:29 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA