Saturday, 21 Sep 2019
Temukan Kami di :
Bisnis

Transaksi Perdagangan Jakarta Merugi Hingga Rp1,5 T Akibat Demo 22 Mei

Aisyah Isyana - 23/05/2019 11:55

Beritacenter.COM - Aksi massa 21-22 Mei di Jakarta mengakibatkan lumpuhnya sejumlah titik kegiatan ekonomi. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) memperkirakan kerugian transaksi perdagangan di Ibu Kota mencapai Rp100 miliar hingga Rp 1,5 triliun.

"Kerugian perdagangan kita sangat-sangat besar, bisa di kisaran Rp100 miliar hingga Rp1,5 triliun saya rasa. Itu hanya transaksi perdagangan," kata Wakil Ketua Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang dikutip Antara, Kamis (23/5/2019).

Menurutnya, aksi demo massa yang sempat ricuh ini telah membuat pusat perbelanjaan seperti Pasar Tanah Abang dan Thamrin City harus tutup. Tutupnya pusat perbelanjaan itu mengakibatkan tak adanya transaksi perdagangan dalam dua hari terakhir.

Hal itu berimbas pada meruginya para pelaku usaha yang terpaksa tutup akibat demo. Sebut contoh, Pasar Tanah Abang yang tercatat memiliki 11.000 kios dengan omzet rata-rata mencapai Rp15 juta perhari, menelan kerugian hingga Rp165 miliar.

Padahal, pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu seharusnya dapat meraup pendapatan hingga dua kali lipat, mengingat banyaknya pembeli yang datang menjelang hari raya Idul Fitri.

Sejumlah pusat belanja lainnya seperti Mangga Dua dan Glodok, Sarman menyebut meski tidak lumpuh total, pertokoan hanya buka hingga sekitar pukul 14.00 WIB. Pusat perbelanjaan lainnya seperti mal pun mengalami penurunan pengunjung hingga 60 persen.

"Karena memang masyarakat menahan diri di rumah, tidak berani keluar rumah, jadi pengunjung sepi," tuturnya.

Atas terjadinya hal itu, Sarman berharap kondisi yang menimpa Ibu Kota dapat segera normal dan membuat pusat perdagangan kembali beroperasi. "Mudah-mudahan hari ini tidak ada lagi (aksi). Dan mulai besok bisa normal lagi," tandasnya.




Berita Lainnya

Saham-saham di Hong Kong Banyak Terjun Bebas

12/09/2019 09:15 - Indah Pratiwi

Ribuan Karyawan Rokok Kretek Terancam PHK

11/09/2019 07:39 - Indah Pratiwi

Perusahaan E-Commerce Bukalapak PHK Karyawan

11/09/2019 06:39 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA