Wednesday, 26 Jun 2019
Temukan Kami di :
News

Lebih dari 20 Provokator Diamankan Polisi Terkait Demo Didepan Bawaslu

Saat ini aparat kepolisian sudah mengamankan lebih dari 20 orang yang diduga pelaku provokator dan melakukan tindak pidana lainnya. Ditahan di Polrestro Pusat untuk dimintai keterangan

Aisyah Isyana - 22/05/2019 08:40

Beritacenter.COM - Pihak kepolisian mengamankan sebanyak lebih dari 20 orang terduga provokator dan pelanggaran hukum terkait demo didepan Bawaslu. Saat ini, mereka telah digelandang ke Mapolres Jakarta Pusat untuk diperiksa lebih lanjut.

"Saat ini aparat kepolisian sudah mengamankan lebih dari 20 orang yang diduga pelaku provokator dan melakukan tindak pidana lainnya. Ditahan di Polrestro Pusat untuk dimintai keterangan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Rabu (22/5/2019).

Baca juga :

Dedi berharap agar masyarakat tak mudah terprovokasi oleh berbagai isu yang beredar. Dari hasil identifikasi pihaknya, Dedi menyebut para provokator yang diamankan itu berasal dari luar Jakarta.

"Oleh karenanya, masyarakat tidak boleh terprovokasi. Polri sudah mengidentifikasi bahwa pelaku provokator pertama itu warga dari luar Jakarta," kata Dedi.

Sekedar diketahui, beredar berbagai videp pendek terkait aksi demo yang berujung rusuh di sejumlah WhatsApp Grup. Salah satu video menampakkan pendemo membawa lima butir peluru dan menyebut peluru itu berasal dari senjata polisi yang menembaki seseorang bernama Ustaz Mancung dari Sawangan.

Ada lagi video pendek yang menampakkan seseorang dengan darah dibagian leher tengah terbaring. Perekam menyebut pria itu merupakan korban penembakan Brimob. Menaggapi hal itu, Dedi menegaskan jika pihaknya telah menyampaikan terkait adanya potensi pihak ketiga yang memanfaatkan situasi untuk mencelakai. Dia juga memastikan jika personel yang berjaga tak dibekali peluru tajam.

"Yang perlu disampaikan bahwa aparat keamanan dalam pengamanan unjuk rasa tidak dibekali oleh peluru tajam dan senjata api. Kita sudah sampaikan jauh-jauh hari bahwa akan ada pihak ketiga yang akan memanfaatkan situasi unjuk rasa tersebut," ucap Dedi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA