Saturday, 21 Sep 2019
Temukan Kami di :
News

Fadli Zon Sebut Demo 22 Mei Ditakuti Isu Bom, TKN: Dia Tanggung Jawab Kalau Kejadian!

Nanti kalau benar ada yang menunggangi dan kejadian, dia harus tanggung jawab! Jangan kemudian enak aja seperti selama ini 'minta maaf' dan ngeles

Aisyah Isyana - 20/05/2019 07:40

Beritacenter.COM - Tim Kampanye Nasiona (TKN) Jokowi-Ma'ruf angkat bicara soal Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menyebut pihak yang ingin demo 22 Mei ditakut-takuti isu teror bom. TKN meminta Fadli Zon tanggung jawab jika benar teror itu terjadi nantinya.

"Nanti kalau benar ada yang menunggangi dan kejadian, dia harus tanggung jawab! Jangan kemudian enak aja seperti selama ini 'minta maaf' dan ngeles," kata juru bicara TKN Irma Suryani Chaniago kepada wartawan, Senin (20/5/2019).

Baca juga :

Irma menyebut Fadli Zon sebagai pihak yang melakukan provokasi dengan mengatakan ada kecurangan, namun tak bisa membuktikan. Irma berharap Fadli tak menggadaikan persatuan dan kesatuan bangsa hanya demi syahwat politik.

"Sadar bro, jangan gadaikan persatuan dan kesatuan bangsa hanya demi syahwat politik yang berlebihan. Akibatnya begitu kalah malah malu, karena malu lalu bikin narasi curang," ujar Irma.

"Main main dengan politik praktis yang berisiko besar dengan mengabaikan fakta hukum. Kalau punya bukti tinggal lapor Bawaslu dan ajukan ke MK. Kalau nggak punya bukti, ya jangan maksa! Siapa elu?" imbuhnya.

Sementara prihal adanya peringatan polisi terkait adanya dugaan aksi teror bom pada 22 Mei, Irma berharap agar peringatan itu tak diabaikan. Dia menilai, rentan memanfaatkan momen aksi 22 mei untuk melancarkan aksinya.

"Sangat tidak boleh (diabaikan). Kaum radikal pasti akan memanfaatkan momen ini untuk bikin rusuh. Saat aman saja mereka aksi, apa lagi saat ada masalah, pasti mereka tunggangi," tegasnya.

Untuk diketahui, Fadli Zon menyebut ada intimidasi terhadap rencana sejumlah pihak yang ingin menggelar aksi 22 Mei, salah satunya isu teror bom. Dia menilai, pihak yang ingin berdemo ditakut-takuti dengan isi teror bom.

"Hak rakyat untuk menyatakan pendapat, misalnya memprotes kecurangan Pemilu, bahkan bukan hanya telah dihalang-halangi, tapi mengalami intimidasi sedemikian rupa. Ancaman itu selain terlontar dari sejumlah menteri juga aparat kepolisian," kata Fadli kepada wartawan, Minggu (19/5/2019).

"Terakhir bahkan masyarakat yang ingin memprotes kecurangan Pemilu pada 22 Mei nanti ditakut-takuti dengan kemungkinan adanya aksi teror bom oleh teroris. Selain itu, ada sweeping, razia, dan pencegahan masyarakat yang akan datang ke Jakarta," samabungnya.

Menaggapi pernyataan Fadli Zon, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa isu terorisme menunggapi aksi 22 Mei benar adanya. Dia pun memaparkan data penangkapan sejumlah teroris oleh tim Densus 88 Antiteror.

"Ini fakta dan bukti sangat kuat kalau mereka akan menyerang kumpulan massa dalam jumlah yang besar," kata Dedi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA