Sunday, 22 Sep 2019
Temukan Kami di :
News

Ajak Semua Pihak Hormati Pilihan Rakyat, Ace: Pemilu itu 'People Power' Konstitusional

Siapapun harus menghormati pilihan rakyat itu. Pemilu itu ya hakikatnya merupakan people power yang konstitusional. Apalagi Pilpres 2019 ini diikuti oleh 81% angka partisipasinya

Aisyah Isyana - 19/05/2019 09:20

Beritacenter.COM - Politikus Partai Demokrat Andi Arief menyebut gerakan people power hanya terjadi satu kali, yakni diera reformasi 1998. Angkat bicara soal pernyataan Andi, TKN Jokowi-Ma'ruf menyebut angkatan 1966 juga mengklaim pernah terjadi people power.

"Soal Andi Arief mengatakan bahwa people power itu dalam sejarah Indonesia terjadi pada tahun 1998, bisa jadi benar karena mungkin dialah yang ikut terlibat dalam gerakan tersebut. Tapi bagi angkatan 1966, ada juga yang mengklaim peristiwa itu merupakan people power untuk menggulingkan orde lama. Tergantung dari sudut mana kita melihatnya," kata juru bicara TKN Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Sabtu (18/5/2019).

"Yang jelas, kedua rezim tersebut jatuh disebabkan karena konstitusinya memungkinkan bagi terbentuknya kekuasaan politik yang otoriter dan tidak ada pembatasan kekuasaan," lanjut dia.

Baca juga :

Ace menilai, gerakan people power merupakan gerakan massa yang dilakukan atas inisiatif warga negara untuk menggulingkan kekuasaan politik yang otoriter, sewenang-wenang dan kekuasaannya tak dibatasi. Meski begitu, dia memastikan people power sulit dilakukan pada pemerintahan yang demokratis.

"Poeple power itu sulit untuk dilakukan dalam pemerintahan yang demokratis. Kekuasaan yang demokratis itu tercermin dari konstitusinya," ujar dia.

Ace menilai, konstitusi yang demokratis dimiliki pasca era reformasi. Sebagai Contoh, menempatkan warga negara sebagai sumber utama kedaulatan, adanya pembatasan kekuasaan pemerintahan, pembatasan dan pemisahan kekuasaan (trias politika), adanya kontrol dan keseimbangan lembaga-lembaga pemerintahan; dan adanya pemilihan umum sebagai mekanisme peralihan kekuasaan.

"Jadi, dalam konteks negara demokratis seperti Indonesia yang demokratis ini, peralihan atau sirkulasi kekuasaan telah diatur dalam konstitusi kita. People power dalam pengertian bahwa rakyat menentukan pilihannya sesuai dengan konstitusi adalah pada pemilihan presiden langsung yang dilaksanakan pada tanggal 17 April 2019 yang lalu. Itu merupakan pengejawantahan kedaulatan rakyat," jelas Ace.

Untuk itu, Ace berharap seluruh masyarakat dapat menghormati apa yang sudah menjadi pilihan dan kehendak rakyat pada pemilu 2019. Ace menyebut people power yang konstitusional yang dilakukan melalui pemilu.

"Siapapun harus menghormati pilihan rakyat itu. Pemilu itu ya hakikatnya merupakan people power yang konstitusional. Apalagi Pilpres 2019 ini diikuti oleh 81% angka partisipasinya," tuturnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA