Tuesday, 25 Jun 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Prabowo-Sandi Dinilai Sebagai Peserta Pemilu Terburuk, Ini Buktinya

Lukman Salasi - 17/05/2019 14:26

BeritaCenter.COM – Paslon nomor 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno disebut sebagai peserta pemilu 2019 terburuk. Ini berdasarkan penilaian dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Bukan Pemilu 2019 yang merupakan pemilu terburuk, tapi Prabowo-Sandi-lah yang merupakan peserta pemilu terburuk sepanjang sejarah. Pemilu bukan soal kemenangan kandidat. Pemilu adalah soal kemenangan rakyat. Jangan khianati kehendak rakyat demi syahwat berkuasa," kata juru bicara PSI Dedek Prayudi, Kamis (16/5/2019).

Alasan Dedek ini berdasarkan sikap Prabowo yang menyalahkan hasil quick count sejumlah lembaga survei dan real count KPU. Selain itu, ia kecewa terhadap sikap Prabowo yang cuman bisa menebar tudingan dan tak mau menunjukkan bukti dugaan kecurangan Pemilu 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

"Sebelum pemilu, survei disalahkan. Lalu setelah pemilu, ada QC, QC juga disalahkan. Lalu real count KPU juga disalahkan. Ditantang buka data, tak pernah berani. Ditantang menggugat ke MK, menolak. Semua salah, seolah kebenaran miliknya sendiri," sebut Dedek.

Meskipun sikap Prabowo bagian dari hak sebagai warga negara, namun Dedek mengingatkan agar menaati konstitusi untuk membuktikan dugaan kecurangan yang menjadi alasan penolakan tersebut.

Sikap Prabowo-Sandi itu, oleh Dedek, disebut tidak sekedar ingin mendelegitimasi hasil pemilu, tapi juga berani membangkang terhadap UU.

"Bahwa penolakan ini berwujud ajakan untuk pendukung menggeruduk KPU, menolak mengakui pemerintahan yang sah, apalagi menolak untuk membayar pajak, itu menjadikan paslon 02 menjadi paslon terburuk sepanjang sejarah Pemilu di negeri ini," kata Dedek.

"Kami menangkap bahwa ini bukan lagi upaya mendelegitimasi pemilu, tapi juga pemerintahan yang sah, dan pembangkangan terhadap UU," imbuhnya.

Seperti diketahui, anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandiaga, Fadli Zon, menegaskan pihaknya kecewa terhadap MK dan tak akan membawa bukti dugaan kecurangan Pemilu 2019 ke MK.

"Jalur MK itu adalah jalur yang dianggap oleh teman-teman itu dianggap jalur yang sia-sia. Pengalaman dari yang lalu," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (15/5).

Prabowo sebelumnya juga secara tegas menolak hasil penghitungan suara dalam Pemilu 2019 yang, menurutnya, dipenuhi kecurangan. Di sisi lain, calon presiden nomor urut 02 itu juga tidak akan menempuh jalur hukum untuk membuktikan dugaan kecurangan tersebut.

"Kami masih menaruh harapan kepadamu (KPU). Tapi sikap saya, yang jelas saya akan menolak hasil penghitungan pemilu. Hasil penghitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran," kata Prabowo dalam simposium 'Mengungkap Fakta Kecurangan Pemilu 2019' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (14/5).




Berita Lainnya

DPR Akan Putuskan Capim KPK September

24/06/2019 13:39 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA