Thursday, 27 Jun 2019
Temukan Kami di :
News

Tolak 'People Power', FKUB : Jangan Kotori Banyuwangi dengan Seruan Tak Mendidik!

Jangan kotori Banyuwangi yang tenteram dan damai ini dengan isu dan seruan yang tidak mendidik. Cobalah memiliki rasa legowo. Siapapun pemimpin yang akan memimpin bangsa ini, kita doakan bisa membawa kesejahteraan rakyat seluruh Indonesia

Aisyah Isyana - 15/05/2019 20:57

Beritacenter.COM - Forum Kerukunan Umat Bergama (FKUB) Banyuwangi menyerukan agar masyarakat dapat menghormati tahapan-tahapan Pemilu yang masih berjalan. Masyarakat juga diharapkan tidak terpancing emosi dan tersulut dengan ajakan melanggar konstitusi.

Ketua FKUB Banyuwangi KH Muhammad Yamin menilai, seruan atau ajakan 'People Power' yang muncul pasca pemilu sangat meresahkan masyarakat. Terlebih, ajakan itu muncul di bulan Ramadhan, dimana masyarakat seharusnya dapat tenang menjalani ibadah puasa.

Baca juga :

"Tidak tepatlah jika harus ada people power. Tujuannya untuk menekan siapa? Tahapan Pemilu sedang berlangsung hingga 22 Mei nanti pas ada pengumuman. Hendaknya kita menghormati hasil demokrasi ini," ujarnya kepada wartawan, Rabu (15/5/2019).

Yamin mengatakan, pesta demokrasi 5 tahunan ini telah berjalan dengan baik, dimana masyarakat dapat menyalurkan hak pilihnya dengan damai tanpa gangguan. Dia menilai, jika memang didapati masalah dalam penyelenggaraan Pemilu 2019, baiknya dapat diselesaikan melalui jalur yang sudah disediakan.

"Bisa lapor Bawaslu, bisa lapor ke MK dan jalur hukum lainnya. Semuanya sudah ada aturannya. Jika tidak berkenan ya melalui jalur yang baik saja," tambahnya.

Sementara itu, Yamin sendiri mengaku jika Banyuwangi berada dalam kondisi tentram dan sejahtera pasca pemilu. Menurutnya, pihaknya bersama FKUB Banyuwangi terus menjaga agar kerukunan antar umat beragama selalu dipengang teguh.

"Kita berjalan menjaga kerukunan masyarakat. Toleransi beragama di Banyuwangi sangat dijunjung tinggi. Baik itu intern agama masing-masing ataupun antar umat beragama selalu terjaga," ujarnya.

"Jangan kotori Banyuwangi yang tenteram dan damai ini dengan isu dan seruan yang tidak mendidik. Cobalah memiliki rasa legowo. Siapapun pemimpin yang akan memimpin bangsa ini, kita doakan bisa membawa kesejahteraan rakyat seluruh Indonesia," tambahnya.

Sementara itu, Pendeta Kristianto mengaku keberagaman Banyuwangi sangat majemuk. Namun pemikiran untuk persatuan dan kesatuan selalu dijunjung tinggi. Sangat tidak etis apabila pasca kontestasi politik dinodai dengan hal-hal yang tak terpuji.

"Mudah-mudahan semua bisa dewasa dalam menyikapi kemajemukan ini. Kami harap tak ada yang ikut dalam kegiatan yang melanggar undang-undang dan ketentuan hukum di Indonesia ini," pungkasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA