Tuesday, 23 Jul 2019
Temukan Kami di :
Politik

Prabowo Contohkan Sikap Buruk Berdemokrasi

Anas Baidowi - 15/05/2019 07:37

Beritacenter.COM - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Ace Hasan Syadzily menyebut capres Prabowo Subianto telah memberikan contoh pelajaran buruk bagi kehidupan demokrasi di Indonesia. Hal itu diungkapkan untuk menanggapi sikap Prabowo yang terang-terangan menolak hasil pemilu.

Ace menilai, seharusnya Prabowo malu kepada rakyat Indonesia, karena dalam sebuah survei menyatakan 92,5 persen rakyat menerima siapapun yang terpilih presidennya.

"Rakyat sendiri punya kesadaran yang tinggi atas prinsip berdemokrasi, justru elit-elitnya yang tidak siap berdemokrasi," katanya.

Ia menambahkan, Prabowo tidak menghormati prinsip dasar kontestasi demokrasi yakni siap menerima kemenangan dan siap menerima kekalahan.

“Ada prinsip dasar yang harus dijunjung tinggi oleh siapapun bahwa kita harus siap menang dan juga harus siap kalah. Itu prinsip dasar dalam kontestasi berdemokrasi,” tegasnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini menilai sudah saatnya Prabowo menghormati pilihan rakyat. Jika memang, nanti Jokowi- Ma’ruf menjadi pasangan terpilih di 2019, Prabowo harus seperti rakyat yang memiliki kesadaran berdemokrasi.

Ace menyinggung sikap Prabowo ini mengulang kisah lama di Pilpres 2014. Sama seperti sekarang, kala itu pun Prabowo menolak hasil penghitungan Pemilu yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Prabowo kembali mengulangi sikapnya seperti dalam Pilpres 2014 yang lalu. Prabowo tidak menerima hasil perhitungan KPU yang memenangkan Jokowi-JK,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima Tagar, Selasa 14 Mei 2019.

“Hal yang sama juga dilakukan dalam Pilpres 2019 ini dimana Prabowo juga menolak hasil rekapitulasi suara yang nanti akan resmi diumumkan KPU pada tanggal 22 Mei 2019,” sambungnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto menegaskan akan menolak hasil penghitungan suara pemilihan umum (Pemilu) 2019. ”Tapi yang jelas sikap saya adalah saya akan menolak hasil penghitungan pemilu dan hasil penghitungan yang curang. Kami tidak bisa menerima ketidakadilan dan ketidakjujuran,” tegasnya dalam simposium nasional Mengungkap Fakta-fakta kecurangan Pilpres 2019 yang diadakan BPN Prabowo-Sandi, di Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa 14 Mei 2019.




Berita Lainnya

Sekjen Koalisi Jokowi Akan Bertemu 25 Juli

22/07/2019 22:45 - Fani Fadillah

Jokowi Bertemu Megawati, Ini yang Dibahas

22/07/2019 18:50 - Dewi Sari
Kemukakan Pendapat


BOLA