Tuesday, 25 Jun 2019
Temukan Kami di :
Politik

Hingga Sidang Keputusan KPU, TNI-Polri Siaga Penuh

Pengamanan lebih dini dilakukan mengantisipasi aksi terorisme. Sebelumnya, terduga teroris anggota Jamaah Ansharud Daulah (JAD) Lampung dan JAD Bekasi mengaku akan menyerang KPU saat rekapitulasi.

Sari Intan Putri - 14/05/2019 13:09

Beritacenter.COM - Sebanyak 32 ribu personel akan diturunkan oleh jajaran TNI-Polri di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) dua hari sebelum (H-2) pengumuman hasil pemilihan umum (22/05/2019).

Diketahui juga jika pengamanan dilakukan untuk mengantisipasi terorisme saat KPU merekapitulasi suara nasional.

"Artinya tanggal 20 (Mei) sudah siap semua. Fokus pada pengamanan KPU dan Bawaslu," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Pengamanan lebih dini dilakukan mengantisipasi aksi terorisme. Sebelumnya, terduga teroris anggota Jamaah Ansharud Daulah (JAD) Lampung dan JAD Bekasi mengaku akan menyerang KPU saat rekapitulasi.

"Dia (JAD) bisa melakukan serangan sebelum tanggal 22 (Mei) maupun saat tanggal 22 (Mei) itu sendiri. Momen ketiga itu pasca-pengumuman. Makanya, kita tetap fokus pengamanan hasil pileg dan pilpres secara nasional," kata Dedi.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA