Sunday, 20 Oct 2019
Temukan Kami di :
Nasional

Para Ulama Garut Haramkan People Power

Lukman Salasi - 14/05/2019 12:41

BeritaCenter.COM – Para ulama di Garut berkumpul membahas penggunaan people power dalam menyikapi hasil Pemilu 2019. Para ulama bersepakat mengharamkan gerakan people power.

Perkumpulan para ulama ini bertajuk 'Multaqo Ulama, Habaib, Pimpinan Pondop Pesantren, Cendikiawan Islam Kab. Garut untuk Indonesia Damai'. Yang hadir dalam perkumpulan itu Para ulama, pimpinan pondok pesantren dan sejumlah habaib se-Kabupaten Garut yang juga dihadiri Bupati Garut Rudy Gunawan, Ketua MUI KH Sirojul Munir dan Wakil Ketua PWNU Jabar KH Abdul Mujib.

Para ulama itu berkumpul di Hotel Harmoni, Tarogong Kaler, Senin (13/5/2019) Senin malam. Hasil dari diskusi tersebut, para ulama sepakat mengharamkan people power yang hanya demi kepentingan kelompok tertentu yang tidak siap mengakui kekalahan di Pemilu 2019.

"Karena ada indikasi penyerahan massa, terutama tanggal 22 Mei (2019) ke KPU Pusat, maka kamu barusan sepakat supaya mencerahkan kepada masyarakat jangan ikut-ikutan berangkat ke Jakarta," ujar KH Sirojul Munir.

"Tidak perlu melakukan tindakan inkonstitusional, haram hukumnya pengerahan massa apalagi saat seperti ini. Sudahlah, orang Garut, semuanya, yang tani-tani, yang dagang-dagang jangan ikut-ikutan. Entah apa namanya itu yang penting jangan berangkat," ujar Munir.

Para ulama, kata Munir, meminta masyarakat, khususnya warga Garut menjaga kerukunan dan persaudaraan pasca pemilu.

"Ciptakan suasana kondusif, harmonis di tengah-tengah masyarakat," katanya.

Para ulama juga mengimbau masyarakat untuk tenang dan menunggu hasil keputusan dari KPU sebagai penyelenggara. Pemimpin terpilih harus diterima sebagai takdir Tuhan.

"Siapapun yang menang, itulah takdir Allah Swt yang harus diterima semua pihak dengan senang hati," pungkas Munir.




Berita Lainnya

Netizen "BONGKAR BOROK KPK" Suap 31 LSM

19/10/2019 13:15 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA