Thursday, 27 Jun 2019
Temukan Kami di :
Politik

PAN dan Demokrat Hengkang, Koalisi Adil Makmur Tinggal Gerindra dan Ijtima Ulama

Anas Baidowi - 13/05/2019 10:09

Beritacenter.COM - Partai politik pendukung pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno semakin tidak solid menjelang pengumuman pemenang Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Pengamat politik Ray Rangkuti menilai Koalisi Adil Makmur sudah tidak solid, Demokrat sudah memberikan sinyal untuk keluar, dan PAN tidak mendukung model gerakan yang dibangun sekarang.

"Jelang 22 Mei trennya esklasi makin turun, di lingkungan koalisi sudah enggak solid. Demokrat yang sudah agak jelas keluar, PAN yang enggak mau ikut-ikutan dengan model-model seperti sekarang. Artinya yang turun ke jalan ini Geindra plus jemaah Ijtima Ulama," kata Ray di Kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/5).

Ray memprediksi tidak akan ada pengerahan people power pasca penetapan hasil pemilu. Menurutnya, yang tersisa dari koalisi nantinya hanya Partai Gerindra dan peserta Ijtima Ulama saja.

"PAN engga mau cara-cara begitu, PKS mana adayang mengatakan kecurangan, coba cek lagi deh. Tinggal Gerindra berserta jamaah Ijtima Ulama," tuturnya.

Menurutnya wacana people power juga tak perlu diambil pusing. Bagi Ray, itu adalah reaksi biasa yang seharusnya sudah sering dihadapi pada tahun politik.

"Dari segi keamanan wacana people power nanti enggak terlalu merepotkan, ini hanya reaksi biasa yang kita semestinya sudah berulang kali terjadi harusnya punya pengalaman soal ini," ucapnya.

Ray memprediksi Gerindra nantinya akan menerima hasil Pemilu 2019. Karena, lanjutnya, jika memperkarakan lebih jauh hasil tersebut juga akan berpengaruh pada elektoral Gerindra di Pemilu 2024.

"Tanggal 22 (Mei) dugaan saya Gerindra akan menurut. Kalau pilpres diributkan, nanti efeknya ke pileg," tandasnya.




Berita Lainnya

Kemukakan Pendapat


BOLA