Wednesday, 24 Jul 2019
Temukan Kami di :

Buat Buruk Nama Koalisi, Demokrat Minta Gerindra Pecat Arief Poyuono!

Kami berharap agar Gerindra, tanpa bermaksud mencampuri urusan internal Gerindra agar memecat Arief Poyuono yang tidak punya etika dalam berkomunikasi antara partai

Aisyah Isyana - 12/05/2019 11:40

Beritacenter.COM - Waketum Gerindra Arief Poyuono disebut Ferdinand Hutahean telah membuat nama partai dan koalisi semakin buruk, lantaran kurangnya etika berkomunikasi. Ketua Divisi Hukum dan Advokasi Partai Demokrat (PD) ini memita agar Gerindra memecat Arief Poyuono.

"Kami berharap agar Gerindra, tanpa bermaksud mencampuri urusan internal Gerindra agar memecat Arief Poyuono yang tidak punya etika dalam berkomunikasi antara partai," kata Ferdinand kepada wartawan, Sabtu (11/5/2019).

"Tak layak Arief Poyuono seperti itu. Jadi kami berharap Prabowo memecat Arief saja daripada hanya bikin buruk nama partai dan koalisi," sambungnya.

Baca juga :

Tak hanya itu, Ferdinand juga mengkritik minimnya kontribusi Poyuono selama masa kampanye. Dia mempertanyakan keberadaan Poyouno yang disebutnya tak pernah terlibat selama proses politik berlangsung.

"Kami sebetulnya mempertanyakan posisi Arief Poyuono ini di Gerindra, dia siapa sih sebetulnya? Karena saya tidak pernah melihat Arief Poyuono di Kertanegara selama proses politik pemilu ini berlangsung. Di BPN juga namanya tidak kami temukan, jadi kami melihat Arief ini sebagai provokator saja yang memperkeruh suasana hubungan antara Gerindra dan Demokrat yang sesungguhnya masih baik-baik saja," jelasnya.

Ferdinand menambahkan, pihaknya juga tengah mempertimbangkan langkah hukum terhadap Poyouno. Menurutnya, ada ucapan Poyouno yang dinilai telah memfitnah Ketum PD, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan keluarganya.

"Kami sedang mengkaji apakah akan mengambil langkah hukum kepada Arief Poyuono yang telah secara serius memfitnah SBY dan keluarga. Kami sedang mengkaji dan meminta izin kepada SBY untuk mengambil langkah hukum kepada Arief Poyuono karena apa yang disampaikan Arief adalah tuduhan serius dan fitnah," paparnya.




Berita Lainnya

"Sudahi Drama Pilpres 2019 Saatnya Kembali Bekerja"

11/07/2019 11:34 - Indah Pratiwi Budi
Kemukakan Pendapat


BOLA