Tuesday, 25 Jun 2019
Temukan Kami di :
News

Terungkap..!!! Prabowo Menang 62% Ternyata Lewat Real Count SMS

Anas Baidowi - 10/05/2019 10:29

Beritacenter.COM - Klaim kemenangan pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi akhirnya terungkap. Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) membongkar sosok di balik perolehan angka 62 persen.

Anggota BPN Vasco Ruseimy melalui vlog-nya mewawancarai tokoh yang melakukan penghitungan perolehan suara untuk Prabowo-Sandi. Vasco memperkenalkan sosok bernama Prof Laode yang juga salah satu di antara tim pemenangan Prabowo-Sandi. Prof Laode juga disebut sebagai otak dari penghitungan perolehan suara untuk Prabowo-Sandi.

"Biar temen-temen tahu, beliau adalah koordinatornya, otaknya yang mengumpulkan dan mengkolek semua data C1 baik itu dari relawan dan yang lain-lain semua dikumpulkan untuk pemenangan tim Pak Prabowo-Sandi lah intinya dan partai koalisi," tutur Vasco.

Di menit-menit pertama, Vasco Ruseimy langsung menyinggung soal 'setan gundul' serta perolehan angka 62 persen untuk Prabowo-Sandiaga.

Istilah setan gundul pertama kali dicetuskan oleh politikus Demokrat Andi Arief.

Dengan tegas Prof Laode menyatakan bahwa apa yang disampaikan Prabowo-Sandi adalah data-data valid.

"Setiap apa yang diucapkan oleh Pak Prabowo dan Sandi itu semuanya disuplai dengan data-data yang valid," ujar Prof Laode.

Laode kemudian mengungkap asal data klaim kemenangan Prabowo. Laode mengaku data tersebut dikumpulkan menggunakan sistem pesan singkat atau sms.

"Misalnya, ini yang dipersoalkan data 62 persen dari mana sih sekian jam, itu buat kami sudah di jauh hari kita sudah buat sistem pakai sms saja," jelas Prof Laode.

"Jadi setiap orang yang telah menusuk (mencoblos) itu ya, kemudian keluar C1-nya, langsung saja di kirim." lanjutnya.

"Nah sistem itu dengan cepat sekali," tegasnya.

Menanggapi hal itu, Vasco kembali bertanya kapan data itu didapat.

"Oh pas hari H itu ya prof ya?" tanya Vasco.

"Pas hari, sekian jam, kan (sama) sebetulnya model quick count atau exit poll saja itu sebenarnya" jawab Prof Laode.

Sekali lagi, Laode menegaskan bahwa klaim perolehan suara kemenangan Prabowo-Sandi mulanya melalui sms.

"Tapi kan kita lihat itu, kemudian ketika dikemukakan itu memang seperti itu, yang jumlah 62 persen itu kan sms basisnya," beber Laode.

Lantas Laode menjelaskan langkah selanjutnya dalam mengumpulkan suara pilpres.

"Kemudian baru belakangan segera kita susuli dengan pekerjaan kita minta dari saksi-saksi, kemudian dari relawan satgas, relawan itu kan banyak, kemudian dari emak-emak juga, kemudian dari partai-partai," papar Laode.

"Semua segera mengumpulkan dan kita kumpulkan," imbuhnya.

Dirinya juga menuturkan bahwa hingga kini pihaknya tetap mengumpulkan data C1 tersebut.

"Jangan lupa empat hari setelah 17 April 2019 itu, orang enggak sadar pentingnya C1," tutur Laode.

"Kami sudah sadari itu, kami kumpulin sampai hari ini kita kumpulin terus-menerus dan pengumpulan itu kita sortir juga tentunya," lanjutnya.

"Nah dari situlah datanya lengkap," ungkapnya.




Berita Lainnya

BMKG Sebut Suhu Panas Jakarta Bakal Naik

25/06/2019 08:01 - Indah Pratiwi
Kemukakan Pendapat


BOLA