Tuesday, 18 Jan 2022
Temukan Kami di :
Politik

Kubu Prabowo Laporkan Ketua KPU ke DKPP

Anas Baidowi - 09/05/2019 19:09

Beritacenter.COM - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman dan empat komisionernya dilaporkan kubu Prabowo-Sandi ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Laporan kubu 02 teregister dengan No Laporan 01-09/PP.01/V/2019.

"Laporan ini meminta pertanggungjawaban atas penyelenggaraan pemilu yang kami nilai ugal-ugalan. Faktor utamanya adalah banyaknya petugas KPPS yang meninggal dunia. Menurut kami, ini kegagalan yang harus dimintakan pertanggungjawabannya," kata tim hukum dan advokasi Seknas Prabowo-Sandi di kantor Bawaslu RU, Jl Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (9/5).

Nama-nama komisioner yang dilaporkan adalah Wahyu Setyawan, Viryan Azis, Pramono Ubaid, dan Ilham Saputra. Yupen mengatakan komisioner dalam hal ini juga memegang tanggung jawab masing-masing sesuai dengan bidangnya. Terlebih ada kesalahan lain yang menjadi dasar laporan.

"Ya sistem kerja di KPU itu kan ada pembagian tugas, ada pembidangan, masing masing bertanggung jawab pada pembidangannya. Misalnya berkaitan dengan DPT, kita nilai DPT itu acak-acakan, maka harus ada yang bertanggung jawab. Terus misalnya mengenai banyaknya KPPS yang meninggal," katanya.

"Ini kan bidang penyelenggaraan, siapa kira-kira yang bertanggung jawa selain ketuanya diminta. Orang yang membidanginya juga harus dimintai pertanggungjawaban. Jadi tidak serta merta semua harus ditanggung oleh top menagement-nya. Tapi juga harus berbagi beban dengan bidang-bidangnya," lanjut Yupen.

Dari laporan ini, ia meminta agar DKPP melakukan evaluasi terkait penyelenggaraan Pemilu 2019. Jika benar terjadi kesalahan karena faktor kelemahan KPU, Yupen meminta DKPP memberikan sanksi tegas.

"Pertama, kami ingin melakukan evaluasi dulu ya, kami ingin meminta pandangan DKPP seperti apa mereka melihat pelaksanaan pemilu kali ini. Jadi kalau memang DKPP menganggap mereka bersalah, kenakan sanksi. Kalau perlu, pecat mereka, itu yang kami harapkan. DKPP ikut terlibat dalam evaluasi pemilu," tuturnya.

Di saat yang sama, Yupen mengatakan pihaknya juga melaporkan Kordiv SDM Bawaslu Jakarta Pusat Roy terkait temuan form C1 Menteng. Roy dilaporkan karena pernyataannya yang mengungkap temuan C1 itu menguntungkan paslon 02.

"Kita sudah laporkan Panwaslu Jakarta Pusat yang ngomong itu C1 palsu dan menguntungkan 02. Karena menurut kami itu prajudice, jadi belum ditelusuri dia udah langsung ngomong kalau ini menguntungkan 02 dan itu palsu, segala macam. Akhirnya kan orang-orang nuduh Seknas curang," katanya.




Berita Lainnya

Anies Versus Ganjar Diantara Prabowo Puan

17/01/2022 21:20 - Indah Pratiwi

Momen saling Hormat Prabowo Dan SBY

14/01/2022 14:14 - Anas Baidowi
Kemukakan Pendapat


BOLA